Sabtu, 29 Mei 2010

PEMBANGUNAN AGRIBISNIS PEDESAAN YANG BERBASIS TEKNOLOGI PERTANIAN BERKELANJUTAN



Pembangunan agribisnis pedesaan dengan teknologi yang berwawasan lingkungan untuk menciptakan enterpreuner, sangat perlu untuk disikapi serius oleh pemerintah, perguruan tinggi maupun masyarakat.


Perguruan Tinggi Pertanian harus peka terhadap keadaan masyarakat, masalah-masalah yang terjadi di masyarakat harus bisa dipikirkan dan dipecahkan. Kurikulum dan sarana belajar dan praktek harus disiapkan secara nyata, bukan simulasi, karena mahasiswa sebagai penerus pembangunan pertanian setelah lulus sarjana akan melakukan yang sesungguhnya. Sarjana pertanian tidak boleh bengong melihat keadaan pertanian seperti ini harus terus membuat solusi-solusi yang terbaik buat kejayaan Indonesia. Peran mahasiswa pertanian dan Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) sangat besar untuk memotivasi Pimpinan bangsa akan kemanakah pembangunan pertanian sekarang ini. Suatu resiko dalam membangun harus ada keseriusan dan alokasi dana yang dioptimalkan sehingga brain image pertanian akan besar, yang akan membawa kepada kemakmuran bangsa ini. Dari kegiatan seminar ini para mahasiswa dan kelompok tanin sangat antosius, walaupun acara ini dari dana sumbangan-sumbangan. 






Rambu-Rambu Untuk Kemajuan Bangsa  :

  • Sejauhmana proteksi pemerintah kepada sektor pertanian sehingga akan meningkatkan kemampuan usaha tani untuk terus berproduksi   
  • Adanya stimulus berusaha dari pemerintah
  • Menciptakan kegiatan lapangan kerja baru untuk meningkatkan kreativitas usaha tani
  • Mempersiapkan teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan
  • Persiapan pasar dan pasca panen 
  • Adanya pasilitas infrastruktur bidang pertanian
  • Bea siswa untuk mahasiswa yang mau belajar ke Fakultas Pertanian
  • Antisipasi iklim global dengan gerakan menanam pohon   



Kamis, 27 Mei 2010

Akreditasi Lembaga Sertifikasi Produk Balai Pengujian Mutu Alat dan Mesin Pertanian

Kebutuhan terhadap produk alsintan di tingkat petani dewasa ini sudah mulai meningkat, untuk itu perlu dibentuk suatu institusi untuk menetapkan standar teknis yang baku serta sertifikasi bagi produk yang sudah diuji dan memenuhi standar. Sertifikasi Produk adalah suatu cara untuk menjamin (guarantee) bahwa suatu produk memenuhi standar yang ditetapkan atau kesesuaian suatu produk yang dihasilkan secara berulang oleh suatu unit produksi terhadap standar produk atau regulasi teknis tertentu. 
Sertifikasi produk berguna untuk:
  1. Melindungi kepentingan konsumen terhadap penggunaan alat dan mesin pertanian yang mutunya tidak dapat dipertanggung jawabkan baik yang diproduksi dalam negeri maupun impor;
  2. Mendorong produsen untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan dengan memfasilitasi tersedianya jaminan mutu produk alat dan mesin pertanian.
Sistem sertfikasi produk dimulai dari audit sistem mutu produsennya dan pengujian awal produk diikuti dengan pengawasan terhadap sistem mutu pabrik dan pengujian sampel dari pabrik dan pasar. 
Sertifikasi produk berguna bagi pemerintah untuk memudahkan pengawasan, bagi produsen sebagai bukti pemenuhan standar kualitas dan bagi konsumen sebagai jaminan keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan.



Pelaksanaan sertifikasi produk dilakukan oleh lembaga yang mempunyai kemampuan untuk melakukan sertifikasi tersebut dan telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). 
Sehubungan hal tersebut sejak tanggal 20 April 2010 dengan nomer akreditasi LSPr – 027 – IDN, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian telah memiliki institusi yang telah diakreditasi oleh KAN yaitu Lembaga Sertifikasi Produk Alsintan Balai Pengujian Mutu Alsintan (LS Pro Alsintan BPMA) yang merupakan satu – satunya lembaga sertifikasi produk alsintan di Kementrian Pertanian.



LS Pro Alsintan BPMA melayani jasa sertifikasi alat mesin pertanian secara mandiri dan tidak diskriminatif serta menjaga kerahasiaan dan menjamin hasil sertifikasi yang didukung oleh personil kompeten dan profesional sehingga dapat memenuhi kepuasan pelanggan.



Bersamaan dengan Agro & Food Expo 2010 tanggal 27 - 30 Mei 2010 akan dilakukan Launching terhadap LS Pro Alsintan BPMA yang ditandai dengan penyerahan sertifikat akreditasi dari Ketua KAN Dr.Bambang Setiadi Kepada Menteri Pertanian Ir. Suswono, MMA.


Senin, 17 Mei 2010

CARA MENGAWETKAN/ MEMFERMENTASI PAKAN TERNAK HIJAUAN


Pakan ternak terutama kambing seringkali tidak mudah tersedia sepanjang tahun. Jika musim hujan biasanya melimpah dan sangat mudah mendapatkan pakan ternak hijauan sementara di musim kemarau seringkali kita kesulitan mendapatkannya. Hal ini tentunya berhubungan dengan ketersediaan air untuk hidup tanaman tersebut dimana saat musim kemarau kondisi tanah dan udara kering karena curah hujan sangat minim
Untuk mengatasi ketersediaan pakan ternak dimusim kemarau yang notabene sangat sulit dicari bisa dilakukan dengan cara mengawetkan stok pakan hijauan dimusim hujan. Cara yang mudah, murah dan bisa meningkatkan nilai nutrisi pakan ternak hijauan adalah dengan cara difermentasi. Adapun cara pengawetan/ memfermentasi pakan ternak hijaun adalah sebagai berikut:
Alat dan Bahan:
  1. Drum plastik kapasitas 200 Liter yang bisa ditutup sempurna
  2. Pengaduk sepanjang tinggi drum
  3. Pemotong pakan hijauan
  4. Pakan hijaun 85 Kg
  5. Gaber (ampas tepung tapioka) 5 Kg
  6. Dedak atau bekatul 10 Kg
  7. Tetes tebu atau gula pasir secukupnya
  8. Mikroorganisme (EM4, MOL, Mbio, Agri simba dll)
  9. Air secukupnya
Cara Pembuatan:
  1. Pakan hijauan dipotong kecil-kecil kurang lebih 0,5-1 Cm
  2. Tetes tebu atau gula pasir + Mikroorganisme dicampur air secukupnya diaduk aduk hingga larut sempurna
  3. Potongan pakan dicampur dengan dedak atau bekatul dan gaber
  4. Kemudian percikkan larutan tetes dan mikroorganisme tadi hingga basah tetapi jangan sampai menetes.
  5. Masukkan kedalam drum dan tutup rapat jangan sampai ada udara yang masuk.
  6. Biarkan selama 21 hari
Cara Penyajian:
  1. Pakan hijauan yang telah difermentasi selama 21 hari bisa disajikan dengan dicampur terlebih dahulu dengan bekatul dan garam dan diberikan secara selang seling dengan pakan hijauan yang ada.
  2. Bisa juga pakan tadi disimpan untuk keperluan pakan saat pakan hijauan susah dicari (dimusim kemarau).
  3. Jika disimpan pakan hijauan hasil fermentasi tadi bisa tahan sampai 1 tahun.
Demikian cara pengawetan pakan hijauan yang sederhana dan mudah dilakukan oleh petani, selamat mencoba dan semoga bisa bermanfaat untuk mengatasi kesulitan pakan ternak saat musim kemarau. Jika ada pembaca yang ingin memberikan kritik, saran ataupun tambahan informasi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Silakan berikan melalui kolom komentar yang telah tersedia.

sumber : gerrbangpertanian.com

Kamis, 13 Mei 2010

MEMANFAATKAN LIMBAH TAHU MENJADI PESTISIDA ORGANIK DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC)

Bukan rahasia umum lagi kalau tanah kita telah sangat menurun kesuburannya. Pemberian pupuk yang banyak terkadang tidak membawa dampak positif terhadap produksi yang diharapkan. Penurunan kesuburan ini disebabkan oleh diforsirnya tanah selama bertahun-tahun tanpa ada usaha perbaikan kualitas tanah dengan cara pengembalian bahan organik.


Banyak cara telah diupayakan untuk meningkatkan kesuburan tanah kita diantaranya adalah diproduksinya berbagai produk yang berlabel organik diantaranya adalah POC (pupuk organik cair) dan pestisida organik. Hal ini dilakukan juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia. Pembuatan berbagai produk organik diarahkan supaya mengutamakan pemanfaatan limbah bahan lokal yang banyak tersedia di sekitar kita.

Salah satu contoh penggunaan bahan llimbah lokal adalah menggunakan limbah cair tahu. Limbah tahu dapat dipakai sebagai pupuk dan pestisida bahkan fungisida organik dengan bantuan tambahan dari bahan yang lain, diantaranya adalah menggunakan bahan empon-empon atau tanaman herba melalui proses fermentasi. Sedangkan limbah cair tahu banyak mengandung sisa protein dan asam cuka sehingga mampu mendukung efektifitas fermentasi.


Untuk membuat pupuk organik cair dan pestisida organik dari limbah tahu sebenarnya tidaklah sulit :


Bahan yang digunakan :
Air limbah tahu 70 liter
Air kelapa 30 liter
Alkohol 70% 1 liter
Temu lawak 4 kg
Sereh 1 kg
Dekomposer (EM) 2 liter. 


Cara pembuatannya :
Cuci bersih semua tanaman herba lalu lakukan penghancuran dengan pemblenderan atau penggilingan
Masukkan dalam air limbah tahu yang sudah dimasukkan dalam drum plastik ukuran 100 liter
Kemudian tambahkan alkohol dan dekompuser (EM)
Kemudian ditutup dan disimpan selama 10 hari.
Bila larutan berbau menyengat pertanda bahwa pupuk dan pestisida organik jadi dan bila belum menyengat ada kemungkinan reaksi fermentasi belum sempurna atau tidak jadi.
Sebagai catatan bahan tersebut di atas tidak menggunakan asam cuka karena limbah tahu sudah mengandung asam cuka (kecutan) dan untuk meningkatkan efektifitas pestisida dan fungisida organik bisa ditambahkan berbagai macam tanaman herba misal kunir, daun mindi, dll. 


Cara penggunaan :
1 liter bahan dilarutkan dengan 10 liter air (Perbandingan 1:10)
Kemudian disemprotkan pada tanaman secara merata pada pagi atau sore hari
Pupuk dan pestisida ini dapat digunakan untuk tanaman padi, jagung, kedelai, buah dan sayuran.

Untuk mengetahui tingkat efektifitas dari pupuk organik cair dan pestisida organik dari limbah tahu tersebut masih perlu dilakukan berbagai macam penelitian untuk mengetahui jenis hama dan penyakit yang dapat dikendalikan.

Senin, 10 Mei 2010

Apel Tahan Lama dan Tahan Hama

Peneliti menghabiskan waktu 20 tahun untuk mengembangkan buah apel yang diklaim sebagai apel terbaik di dunia. Apel tersebut bisa bertahan hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan dalam keadaan tetap segar.

Peneliti menghabiskan waktu 20 tahun untuk mengembangkan buah apel yang diklaim sebagai apel terbaik di dunia. Apel tersebut bisa bertahan hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan dalam keadaan tetap segar. Kabar baiknya lagi, apel ini bukan hasil modifikasi genetik.

Apel yang saat ini dikenal dengan nama Apel varietas RS103-130 akan tetap renyah dan segar selama 14 hari jika ditaruh dalam suhu ruang. Tapi jika disimpan dalam lemari pendingin, apel tersebut bisa tahan hingga berbulan-bulan.

Umumnya, buah-buahan hanya tahan beberapa hari karena adanya proses deteriorisasi yang membuat buah mengalami penurunan kualitas. Selama proses deteriorasi, daging buah akan kehilangan tekstur, aroma maupun warna aslinya. Tapi apel varietas baru ini ternyata mengalami proses deteriorasi dengan sangat lambat, yang membuatnya tetap segar meski sudah berminggu-minggu.

Rahasia apel dengan umur panjang itu bukan karena teknik modifikasi gen, tapi karena gen yang berasal dari Apel floribunda di kawasan Asia. Apel ini dikembangkan oleh para ahli dari Australia, yaitu di bawah pemerintah Queensland.

Tim Mulherin, seorang wakil dari pemerintahan Queensland mengatakan, pihaknya sedang mencari partner yang bisa mengkomersialisasikan apel tersebut yang rencananya akan hadir di pasaran tahun depan.

"Kelebihan Apel ini adalah Anda bisa menyimpannya di keranjang buah dan teksturnya akan tetap sama selama 14 hari penyimpanannya," ujar Mulherin seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (11/10/2009).

Mulherin juga mengatakan bahwa apel varietas terbaru itu sangat manis serta tahan hama dan penyakit, jadi tidak perlu fungisida atau pestisida. "Bahkan apel ini juga lebih baik dibanding Apel Pink Lady yang merupakan Apel terbaik di Inggris," tutur Mulherin.

Dr Simon Middleton, peneliti dari the Applethorpe Research Station sejak tahun 1980 mengatakan bahwa dirinya sangat terkesan dengan Apel varietas RS103-130 ini.

"Saat ini permintaan terhadap produk-produk tahan hama dan tidak memerlukan fungisida sangat tinggi. Ini kabar baik bagi mereka yang ingin sehat dan bebas bahan kimia," kata Middleton.
Sumber: Nurul Ulfah/dtk