Kamis, 29 April 2010

Capacity Building, Prioritas Kerjasama RI – Tanzania

Hal paling monumental yang menandai kerjasama RI – Tanzania di sektor Pertanian adalah pendirian FARTC (Farmer Agricultural Rural Training Center) atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan P4S. Pusat pelatihan bagi petani di Desa Mkindo-Morogoro yang didirikan pada tahun 1996 atas sumbangan dari YAMPI ini telah berkembang pesat dan menjadi motor penggerak produktivitas gabah dari 3,8 ton/ha menjadi 6 ton/ha. “FARTC Mkindo is a success story. Not only in Tanzania, this is known among South African Countries”, demikian kata Mr. Muhammad Said Muya, Permanent Secretary pada Kementrian Pertanian Ketahanan Pangan dan Kerjasama Republik Tanzania pada Pertemuan JACC ke-1 RI - Tanzania tanggal 18 – 19 Maret 2010 di Hotel Santika Bogor.

Pertemuan JACC (Joint Agriculture Cooperation Committee) merupakan pertemuan bilateral antara Indonesia dan Tanzania untuk merumuskan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam rangka kerjasama di sektor pertanian. Salah satu prioritas kerjasama RI – Tanzania yang disepakati adalah bidang capacity building, baik bagi petugas maupun petani. 

Dalam pertemuan tersebut, BPSDMP menawarkan 11 pelatihan dan tenaga ahli dalam berbagai bidang. Sementara pihak Tanzania memilih 4 jenis pelatihan sebagai prioritas, yaitu Exchange Visit of Farmer Leader, Rural Women and Rural Youth Program, Training Program on Agribusiness Technology, Training Course on Animal Health dan Training Course on Horticulture Agribusiness. Dari keempat prioritas pelatihan tersebut, disepakati bahwa Training Program on Agribusiness Technology merupakan program pelatihan utama yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2012 di Indonesia. Pola pembiayaan pelatihan ini terbagi dua, yaitu Kementrian Luar Negeri menanggung biaya pelaksanaan pelatihan, termasuk akomodasi, konsumsi dan biaya lainnya. Sedangkan pihak Tanzania membiayai transport peserta dari dan ke Tanzania serta uang saku peserta. 

Pihak Tanzania juga mengharapkan Indonesia, dalam hal ini BPSDMP dapat mengirimkan tenaga ahli di bidang mekanisasi pertanian dan bidang lain yang mendukung produksi beras dan pengembangan FARTC di Mkindo-Morogoro. Lebih lanjut, Pihak Tanzania juga berniat menjalin kerjasama dalam hal penyuluhan pertanian dan pendidikan pertanian. Pihak Tanzania mengharapkan ada penyuluh Tanzania yang belajar dari penyuluh di Indonesia. Dapat juga bentuknya berupa penyuluh Tanzania yang belajar pendidikan pertanian seperti di STPP. 

Secara umum pertemuan JACC ke-1 RI – Tanzania ini menghasilkan beberapa kesepakatan kerjasama di sektor pertanian yang meliputi capacity building, penelitian dan pengembangan untuk komoditi kapas, padi dan rempah-rempah, serta pemasaran produk pertanian. Kedua pihak berharap agar beberapa kesepakatan yang telah dihasilkan ini akan dapat dilaksanakan dan menguntungkan bagi RI dan Tanzania.


0 comments:

Posting Komentar