Sabtu, 27 Maret 2010

TUNTUTAN MAHASISWA TERHADAP BERBAGAI ISU PERTANIAN IKATAN SENAT MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (ISMPI) JAKARTA, 18 DESEMBER 2009

PENDAHULUAN

Gemah Ripah Loh Jinawi. Slogan yang menggambarkan betapa kayanya Negara Indonesia dalam hal sumber daya alam. Indonesia dengan segala potensi yang ada, menempatkan diri sebagai negara agraris. Ini terbukti dengan kesuburan tanah, keanekaragaman plasma nuftah, dan luasnya lahan pertanian serta ketergantungan lainnya yang sangat tinggi akan sektor pertanian.

Dalam rangka menciptakan struktur ekonomi yang lebih kokoh, perlu dilakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, dimana kebijakan ekonomi makro tahun 2005-2006 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 4% agar mampu membantu memecahkan masalah-masalah sosial yang mendasar terutama pengangguran dan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi didorong terutama dengan meningkatkan investasi dan meningkatkan daya saing produk daerah. Melalui upaya peningkatan kualitas, pertumbuhan ekonomi terus dilakukan dalam rangka mendorong sentra-sentra unggulan lokal seperti pertanian, perkebunan, pangan olahan, dan kerajinan agar memiliki daya tarik, daya tahan, dan daya saing, dengan penekanan agar jejaring-jejaring pasar dan pedagangan menjadi daya ungkit dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Dalam program revitalisasi petanian yang telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu, ketahanan dan kedaulatan pangan menjadi cita-cita yang sangat serius untuk dapat segera diwujudkan. Namun demikian, berbagai tantangan dan hambatan silih berganti datang dan tanpa disadari telah memperlambat jalannya pencapaian cita-cita itu. Terwujudnya kedaulatan pangan sepertinya telah menjadi mimpi indah gabi negeri ini yang tidak tahu kapan akan terealisasi.

Harus kita sadari bahwa krisis pangan dunia telah menjadi masalah yang sudah sampai di depan rumah kita. Masalah ini tidak dapat diremehkan seolah tidak akan berpengaruh terhadap negara Indonesia. Krisis pangan telah menjadi akumulatif cerminan permasalahan dari pelaksanaan manajemen resiko strategi dan ekonomi pertanian. Krisis pangan merupakan akibat dari krisis pertanian, jumlah pasokan komoditas pangan berkurang dipengaruhi oleh perubahan orientasi dalam industry petanian dan fungsi pangan ke fungsi bahan bakar nabati, misalnya biofuel. Selain itu berkurang pula secara bertahap luas lahan pertanian untuk fungsi non pertanian, menurunnya produktifitas lahan, tidak efisiennya lahan sistem irigasi termasuk juga belum banyak bank tertarik membiayai sektor pertanian.

Dengan kondisi diatas, kedaulatan pangan menjadi mutlak harus tercapai dan berbagai persoalan yang dapat menghambat pencapaian kedaulatan pangan haruslah dapat segera diselesaikan. Kami mengamati bahwa dalam pencapaian kedaulatan pangan banyak persoalan yang masih saja muncul di sana-sini, baik di daerah maupun persoalan secara nasional. Oleh karena itu, dalam makalah ini kami perwakilan dari seluruh mahasiswa pertanian se-Indonesia menyampaikan beberapa tuntutan terkait persoalan di dalam dunia pertanian yang harus segera ditanggapi dan diselesaikan sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap kondisi pertanian saat ini.

Beberapa tuntutan kami adalah sebagai berikut:
A. WUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN DI INDONESIA
Untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia, ada beberapa hal yang harus direalisasikan.

1. DIVERSIFIKASI PANGAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL DAN PENINGKATAN MUTU PANGAN
2. PERBAIKAN INFRASTRUKTUR DAN PENINGKATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA YANG BERWAWASAN PADA KEARIFAN LOKAL
3. PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PASCA PANEN
4. REVITALISASI FUNGSI BULOG
5. WUJUDKAN PERTANIAN ORGANIK DI INDONESIA
6. WUJUDKAN REGULASI LAHAN PERTANIAN BERDASARKAN REFORMA AGRARIA
7. BERANTAS MAFIA-MAFIA PERTANIAN
8. PENGAWASAN TERHADAP DISTRIBUSI PUPUK DAN BENIH BERSUBSIDI YANG MASIH MINIM
9. PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS KINERJA PETUGAS PENYULUH PERTANIAN
10. MEMBENTUK LEMBAGA ADVOKASI PERTANIAN
11. PENETAPAN HPP (HARGA PEMBELIAN DAN PENJUALAN) PEMERINTAH

B. KELUAR DARI WTO DAN SEGALA BENTUK PERDAGANGAN DUNIA
1. PENGATURAN TATA NIAGA PERTANIAN MELALUI PASAR LOKAL PERTANIAN INDONESIA
2. MEMBERIKAN AKSES PERMODALAN BAGI PETANI DENGAN MENDIRIKAN BANK PERTANIAN

Demikianlah tuntutan ini kami sampaikan agar dapat ditindaklanjuti sesegera mungkin sebagai bentuk pengawalan kita bersama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat khususnya petani. Selain itu, mengingat mahasiswa pertanian adalah salah satu komponen dari dunia pertanian, kami akan terus melakukan pengawalan terhadap berbagai macam isu-isu yang terjadi sebagai bentuk partisipasi konkrit dari mahasiswa untuk selalu aktif dan kontributif dalam usaha menyelesaikan persoalan bangsa, khususnya persoalan di bidang pertanian. Oleh karena itu, dalam tuntutan ini kami menginginkan bukti dari komitmen pemerintah selama ini dalam mendukung berbagai macam upaya untuk menyelesaikan persoalan bangsa, yaitu dengan mendukung upaya dari mahasiswa untuk selalu mengawal isu-isu di dalam pertanian, karena mahasiswa juga bagian dari dunia pertanian itu sendiri.

Jakarta, 21 Desember 2009

Lembah Mandala Wangi pandeglang banten

DEKLARASI BANTEN : FKMPI (Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia)

Setelah mendengar, melihat, merasakan dan memperhatikan secara seksama mengenai permasalahan, perkembangan dan pembangunan pertanian di Indonesia serta kaitannya dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat tani dan kesejahteraannya yang dapat dikatakan belum maksimal.
Maka dengan ini, kami dari mahasiswa pertanian Indonesia yang tergabung dalam ISMPI (Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia), FKK HIMAGRI (Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia), HMPTI (Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman Indonesia), POPMASEPI (Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia), FOKUS HIMITI (Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Tanah Indonesia), IMTPI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia) dan IMATETANI (Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian Indonesia), dengan ini menyatakan bahwa :

Membentuk suatu forum yang bernama FKMPI (Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia) sebagai wadah komunikasi dan perjuangan mahasiswa pertanian Indonesia untuk berkontribusi mencapai pembangunan pertanian Indonesia yang lebih maju lagi demi terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera

Banten, 17 September 2009

KONDISI PERTANIAN INDONESIA SAAT INI “BERDASARKAN PANDANGAN MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA”

Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini merupakan sektor yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini. Program-program pembangunan pertanian yang tidak terarah tujuannya bahkan semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran. Meski demikian sektor ini merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar penduduk kita tergantung padanya.
Perjalanan pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan.
Pembangunan pertanian pada masa lalu mempunyai beberapa kelemahan, yakni hanya terfokus pada usaha tani, lemahnya dukungan kebijakan makro, serta pendekatannya yang sentralistik. Akibatnya usaha pertanian di Indonesia sampai saat ini masih banyak didominasi oleh usaha dengan: (a) skala kecil, (b) modal yang terbatas, (c) penggunaan teknologi yang masih sederhana, (d) sangat dipengaruhi oleh musim, (e) wilayah pasarnya lokal, (f) umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi), (g) akses terhadap kredit, teknologi dan pasar sangat rendah, (h) pasar komoditi pertanian yang sifatnya mono/oligopsoni yang dikuasai oleh pedagang-pedagang besar sehingga terjadi eksploitasi harga yang merugikan petani. Selain itu, masih ditambah lagi dengan permasalahan-permasalahan yang menghambat pembangunan pertanian di Indonesia seperti pembaruan agraria (konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian) yang semakin tidak terkendali lagi, kurangnya penyediaan benih bermutu bagi petani, kelangkaan pupuk pada saat musim tanam datang, swasembada beras yang tidak meningkatkan kesejahteraan petani dan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Petani, menuntut pemerintah untuk dapat lebih serius lagi dalam upaya penyelesaian masalah pertanian di Indonesia demi terwujudnya pembangunan pertanian Indonesia yang lebih maju demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pembangunan pertanian di masa yang akan datang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, namun juga dihadapkan pula pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani. Disamping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi namun juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat. Ketiga tantangan tersebut menjadi sebuah kerja keras bagi kita semua apabila menginginkan pertanian kita dapat menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat menjadi motor penggerak pembangunan bangsa. Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi, tawaran, saran, masukan dan juga tuntutan hasil dari pemikiran mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (FKMPI) terkait strategi pembangunan pertanian di Indonesia, yaitu sebagai berikut:
1. Optimalisasi program pertanian organik secara menyeluruh di Indonesia serta menuntut pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian yang produktif dan ramah lingkungan.
2. Regulasi konversi lahan dengan ditetapkannya kawasan lahan abadi yang eksistensinya dilindungi oleh undang-undang.
3. Penguatan sistem kelembagaan tani dan pendidikan kepada petani, berupa program insentif usaha tani, program perbankan pertanian, pengembangan pasar dan jaringan pemasaran yang berpihak kepada petani, serta pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian/pedesaan, dan mempermudah akses-akses terhadap sumber-sumber informasi IPTEK.
4. Indonesia harus mampu keluar dari WTO dan segala bentuk perdagangan bebas dunia pada tahun 2014.
5. Perbaikan infrastruktur pertanian dan peningkatan teknologi tepat guna yang berwawasan pada konteks kearifan lokal serta pemanfaatan secara maksimal hasil-hasil penelitian ilmuwan lokal.
6. Mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.
7. Peningkatan mutu dan kesejahteraan penyuluh pertanian.
8. Membuat dan memberlakukan Undang-Undang perlindungan atas Hak Asasi Petani.
9. Memposisikan pejabat dan petugas di setiap instansi maupun institusi pertanian dan perkebunan sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.
10. Mewujudkan segera reforma agraria.
11. Perimbangan muatan informasi yang berkaitan dengan dunia pertanian serta penyusunan konsep jam tayang khusus untuk publikasi dunia pertanian di seluruh media massa yang ada.
12. Bimbingan lanjutan bagi lulusan bidang pertanian yang terintegrasi melalui penumbuhan wirausahawan dalam bidang pertanian (inkubator bisnis) berupa pelatihan dan pemagangan (retoling) yang berorientasi life skill, entrepreneurial skill dan kemandirian berusaha, program pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda melalui kegiatan magang ke negara-negara dimana sektor pertaniannya telah berkembang maju, peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi pertanian, pengembangan program studi bidang pertanian yang mampu menarik generasi muda, serta program-program lain yang bertujuan untuk menggali potensi, minat, dan bakat generasi muda di bidang pertanian serta melahirkan generasi muda yang mempunyai sikap ilmiah, professional, kreatif, dan kepedulian sosial yang tinggi demi kemajuan pertanian Indonesia, seperti olimpiade pertanian, gerakan cinta pertanian pada anak, agriyouth camp, dan lain-lain.
13. Membrantas mafia-mafia pertanian.
14. Melibatkan mahasiswa dalam program pembangunan pertanian melalui pelaksanaan bimbingan massal pertanian, peningkatan daya saing mahasiswa dalam kewirausahaan serta dana pendampingan untuk program–program kemahasiswaan.
Banyak hal yang harus kita lakukan dalam mengembangkan pertanian pada masa yang akan datang. Kesejahteraan petani dan keluarganya merupakan tujuan utama yang menjadi prioritas dalam melakukan program apapun. Tentu hal itu tidak boleh hanya menguntungkan satu golongan saja namun diarahkan untuk mencapai pondasi yang kuat pada pembangunan nasional. Pembangunan adalah penciptaan sistem dan tata nilai yang lebih baik hingga terjadi keadilan dan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Pembangunan pertanian harus mengantisipasi tantangan demokratisasi dan globalisasi untuk dapat menciptakan sistem yang adil. Selain itu harus diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, khususnya petani melalui pembangunan sistem pertanian dan usaha pertanian yang kuat dan mapan. Dimana Sistem tersebut harus dapat berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan desentralistik. @diperoleh dari berbagai sumber).

TEAM ADVOKASI PELATIHAN DESA MITRA NASIONAL ISMPI 2009 - 2011

SURAT KEPUTUSAN
No : 02/SK/BPP/ISMPI/XII/2009

Tentang
Team Advokasi
Pelatihan Desa Mitra Nasional
Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Periode 2009 – 2011

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Pimpinan Badan Pelaksana Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) 2009-2011 setelah :

Menimbang :
1. Bahwa nama-nama yang tercantum dalam lampiran di pandang cocok dan sesuai untuk menjadi Team Advokasi Pelatihan Desa Mitra Badan Pelaksana Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia periode 2009-2011.
2. Bahwa untuk kelancaran roda organisasi maka perlu dibentuk Team advokasi untuk Mengkaji Aspirasi masyarakat Tani yang akan disampaikan kepada Mentri Pertanian.

Mengingat :
1. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 328/DIKTI/Kep/1994 tentang Pengukuhan Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI).
2. Deklarasi Pendirian Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Kaliurang Yogyakarta 21 April 1993.
3. Anggaran Dasar Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Pasal 15.
4. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Pasal 17
5. Garis-Garis Besar Haluan Organisasi Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia

Memperhatikan :
1. Hasil kesepakatan Pimpinan BPP ISMPI dan Panitia Pelatihan Desa Mitra Nasional
2. Usul, saran, dan pendapat anggota-anggota tetap dan sementara Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
1. Mengangkat nama-nama terlampir dalam terlampir surat keputusan No. 01/SK/BPP/ISMPI/XII/2009 sebagai Team Advokasi Pelatihan Desa Mitra Nasional BPP ISMPI 2009 - 2011
2. Surat keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana semestinya.
3. Surat keputusan ini berlaku semenjak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali bila terdapat kekeliruan.

Jakarta, Desember 2009


BADAN PELAKSANA PUSAT
IKATAN SENAT MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA
PERIODE 2009-2011

TEAM ADVOKASI
PELATIHAN DESA MITRA NASIONAL
IKATAN SENAT MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA
PERIODE 2009 - 2011

Ketua Team :
Rangga Rizky Abizar (UNSOED Jateng)
Anggota Team :
1. Syaiful Amri Saragi (UGM Jogja)
2. Agung (UNLAM Kalsel)
3. Yoga P (UPN Jogja)
4. Teguh Setiawan (UMMY Sumbar)
5. Muharam (UMMY Sumbar)
6. Erwin (Univ Simalungun Sumut)
7. Ahmad Yani (UNSOED Jateng)
8. M.Rusdi (UMSU Sumut)
9. Ajeng Utami (UNTIRTA Banten)

VISI MISI IKATAN SENAT MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA 2009 - 2011


VISI :
“Bersama ISMPI menuju Pertanian Jaya Indonesia sejahtera”

MISI :
1. Internal


  1. Mencetak Mahasiswa pertanian yang unggul.
  2. Memperkuat jaringan komunikasi antar mahasiswa pertanian.
  3. Mempererat jalinan silaturahmi antar mahasiswa pertanian.

2. Eksternal

  1. Mengawal kebijakan Pemerintah terutama dalam bidang pertanian
  2. Menjadi penyambung lidah petani
  3. Mewujudkan generasi muda yang cinta pertanian.
  4. Memperluas dan memperkuat jaringan ke stakeholder dalam segala bidang terutama bidang pertanian.