Sabtu, 27 Maret 2010

KONDISI PERTANIAN INDONESIA SAAT INI “BERDASARKAN PANDANGAN MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA”

Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini merupakan sektor yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini. Program-program pembangunan pertanian yang tidak terarah tujuannya bahkan semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran. Meski demikian sektor ini merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar penduduk kita tergantung padanya.
Perjalanan pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan.
Pembangunan pertanian pada masa lalu mempunyai beberapa kelemahan, yakni hanya terfokus pada usaha tani, lemahnya dukungan kebijakan makro, serta pendekatannya yang sentralistik. Akibatnya usaha pertanian di Indonesia sampai saat ini masih banyak didominasi oleh usaha dengan: (a) skala kecil, (b) modal yang terbatas, (c) penggunaan teknologi yang masih sederhana, (d) sangat dipengaruhi oleh musim, (e) wilayah pasarnya lokal, (f) umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi), (g) akses terhadap kredit, teknologi dan pasar sangat rendah, (h) pasar komoditi pertanian yang sifatnya mono/oligopsoni yang dikuasai oleh pedagang-pedagang besar sehingga terjadi eksploitasi harga yang merugikan petani. Selain itu, masih ditambah lagi dengan permasalahan-permasalahan yang menghambat pembangunan pertanian di Indonesia seperti pembaruan agraria (konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian) yang semakin tidak terkendali lagi, kurangnya penyediaan benih bermutu bagi petani, kelangkaan pupuk pada saat musim tanam datang, swasembada beras yang tidak meningkatkan kesejahteraan petani dan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Petani, menuntut pemerintah untuk dapat lebih serius lagi dalam upaya penyelesaian masalah pertanian di Indonesia demi terwujudnya pembangunan pertanian Indonesia yang lebih maju demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pembangunan pertanian di masa yang akan datang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, namun juga dihadapkan pula pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani. Disamping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi namun juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat. Ketiga tantangan tersebut menjadi sebuah kerja keras bagi kita semua apabila menginginkan pertanian kita dapat menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat menjadi motor penggerak pembangunan bangsa. Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi, tawaran, saran, masukan dan juga tuntutan hasil dari pemikiran mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (FKMPI) terkait strategi pembangunan pertanian di Indonesia, yaitu sebagai berikut:
1. Optimalisasi program pertanian organik secara menyeluruh di Indonesia serta menuntut pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian yang produktif dan ramah lingkungan.
2. Regulasi konversi lahan dengan ditetapkannya kawasan lahan abadi yang eksistensinya dilindungi oleh undang-undang.
3. Penguatan sistem kelembagaan tani dan pendidikan kepada petani, berupa program insentif usaha tani, program perbankan pertanian, pengembangan pasar dan jaringan pemasaran yang berpihak kepada petani, serta pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian/pedesaan, dan mempermudah akses-akses terhadap sumber-sumber informasi IPTEK.
4. Indonesia harus mampu keluar dari WTO dan segala bentuk perdagangan bebas dunia pada tahun 2014.
5. Perbaikan infrastruktur pertanian dan peningkatan teknologi tepat guna yang berwawasan pada konteks kearifan lokal serta pemanfaatan secara maksimal hasil-hasil penelitian ilmuwan lokal.
6. Mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.
7. Peningkatan mutu dan kesejahteraan penyuluh pertanian.
8. Membuat dan memberlakukan Undang-Undang perlindungan atas Hak Asasi Petani.
9. Memposisikan pejabat dan petugas di setiap instansi maupun institusi pertanian dan perkebunan sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.
10. Mewujudkan segera reforma agraria.
11. Perimbangan muatan informasi yang berkaitan dengan dunia pertanian serta penyusunan konsep jam tayang khusus untuk publikasi dunia pertanian di seluruh media massa yang ada.
12. Bimbingan lanjutan bagi lulusan bidang pertanian yang terintegrasi melalui penumbuhan wirausahawan dalam bidang pertanian (inkubator bisnis) berupa pelatihan dan pemagangan (retoling) yang berorientasi life skill, entrepreneurial skill dan kemandirian berusaha, program pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda melalui kegiatan magang ke negara-negara dimana sektor pertaniannya telah berkembang maju, peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi pertanian, pengembangan program studi bidang pertanian yang mampu menarik generasi muda, serta program-program lain yang bertujuan untuk menggali potensi, minat, dan bakat generasi muda di bidang pertanian serta melahirkan generasi muda yang mempunyai sikap ilmiah, professional, kreatif, dan kepedulian sosial yang tinggi demi kemajuan pertanian Indonesia, seperti olimpiade pertanian, gerakan cinta pertanian pada anak, agriyouth camp, dan lain-lain.
13. Membrantas mafia-mafia pertanian.
14. Melibatkan mahasiswa dalam program pembangunan pertanian melalui pelaksanaan bimbingan massal pertanian, peningkatan daya saing mahasiswa dalam kewirausahaan serta dana pendampingan untuk program–program kemahasiswaan.
Banyak hal yang harus kita lakukan dalam mengembangkan pertanian pada masa yang akan datang. Kesejahteraan petani dan keluarganya merupakan tujuan utama yang menjadi prioritas dalam melakukan program apapun. Tentu hal itu tidak boleh hanya menguntungkan satu golongan saja namun diarahkan untuk mencapai pondasi yang kuat pada pembangunan nasional. Pembangunan adalah penciptaan sistem dan tata nilai yang lebih baik hingga terjadi keadilan dan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Pembangunan pertanian harus mengantisipasi tantangan demokratisasi dan globalisasi untuk dapat menciptakan sistem yang adil. Selain itu harus diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, khususnya petani melalui pembangunan sistem pertanian dan usaha pertanian yang kuat dan mapan. Dimana Sistem tersebut harus dapat berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan desentralistik. @diperoleh dari berbagai sumber).

TEAM ADVOKASI PELATIHAN DESA MITRA NASIONAL ISMPI 2009 - 2011

SURAT KEPUTUSAN
No : 02/SK/BPP/ISMPI/XII/2009

Tentang
Team Advokasi
Pelatihan Desa Mitra Nasional
Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Periode 2009 – 2011

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Pimpinan Badan Pelaksana Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) 2009-2011 setelah :

Menimbang :
1. Bahwa nama-nama yang tercantum dalam lampiran di pandang cocok dan sesuai untuk menjadi Team Advokasi Pelatihan Desa Mitra Badan Pelaksana Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia periode 2009-2011.
2. Bahwa untuk kelancaran roda organisasi maka perlu dibentuk Team advokasi untuk Mengkaji Aspirasi masyarakat Tani yang akan disampaikan kepada Mentri Pertanian.

Mengingat :
1. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 328/DIKTI/Kep/1994 tentang Pengukuhan Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI).
2. Deklarasi Pendirian Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Kaliurang Yogyakarta 21 April 1993.
3. Anggaran Dasar Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Pasal 15.
4. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Pasal 17
5. Garis-Garis Besar Haluan Organisasi Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia

Memperhatikan :
1. Hasil kesepakatan Pimpinan BPP ISMPI dan Panitia Pelatihan Desa Mitra Nasional
2. Usul, saran, dan pendapat anggota-anggota tetap dan sementara Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :
1. Mengangkat nama-nama terlampir dalam terlampir surat keputusan No. 01/SK/BPP/ISMPI/XII/2009 sebagai Team Advokasi Pelatihan Desa Mitra Nasional BPP ISMPI 2009 - 2011
2. Surat keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan sebagaimana semestinya.
3. Surat keputusan ini berlaku semenjak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali bila terdapat kekeliruan.

Jakarta, Desember 2009


BADAN PELAKSANA PUSAT
IKATAN SENAT MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA
PERIODE 2009-2011

TEAM ADVOKASI
PELATIHAN DESA MITRA NASIONAL
IKATAN SENAT MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA
PERIODE 2009 - 2011

Ketua Team :
Rangga Rizky Abizar (UNSOED Jateng)
Anggota Team :
1. Syaiful Amri Saragi (UGM Jogja)
2. Agung (UNLAM Kalsel)
3. Yoga P (UPN Jogja)
4. Teguh Setiawan (UMMY Sumbar)
5. Muharam (UMMY Sumbar)
6. Erwin (Univ Simalungun Sumut)
7. Ahmad Yani (UNSOED Jateng)
8. M.Rusdi (UMSU Sumut)
9. Ajeng Utami (UNTIRTA Banten)

VISI MISI IKATAN SENAT MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA 2009 - 2011


VISI :
“Bersama ISMPI menuju Pertanian Jaya Indonesia sejahtera”

MISI :
1. Internal


  1. Mencetak Mahasiswa pertanian yang unggul.
  2. Memperkuat jaringan komunikasi antar mahasiswa pertanian.
  3. Mempererat jalinan silaturahmi antar mahasiswa pertanian.

2. Eksternal

  1. Mengawal kebijakan Pemerintah terutama dalam bidang pertanian
  2. Menjadi penyambung lidah petani
  3. Mewujudkan generasi muda yang cinta pertanian.
  4. Memperluas dan memperkuat jaringan ke stakeholder dalam segala bidang terutama bidang pertanian.

SEJARAH PERJUANGAN ISMPI


Sebelum lahirnya ISMPI, wadah pertanian dikalang mahasiswa sudah lama ada sekitar tahun 1970-an. Tetapnya pada tahun 1970 diadakan MUNAS I sekaligus pendirian Ikatan Mahasiswa Pertanian Indonesia (IMPI) yang diprakarsai oleh 22 institusi, dan diketuai oleh Syafri Manguprawira.

Pada tahun 1973 tepatnya bulan Januari 1973, diadakan MUNAS II IMPI di Universitas Udayana Denpasar, Bali dan MUNAS III dilaksanakan pada bulan November 1976 di Universitas Sriwijaya, Palembang. Pada akhir perkembangannya mengalami stagnasi dalam pengembangan IMPI sebagai akibat kebijaksanan NKK/BKK yang menganjurkan penghentian aktivitas kampus yang tidak sejalan dengan konsep dari pengembangan kemahasiswaan yang menuntut aspek ilmiah dan cinta almamater.

Sebagai akibat dari kevakuman IMPI, maka lahirlah Ikatan Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian Indonesia (ISMFPI), yang berawal dari Pertemuan Ilmiah dan Musyawarah Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian se-Indonesia pada tanggal 6 – 9 September 1982, di Universitas Udayana Denpasar, Bali, organisasi ini tidak berumur panjang, yang akhirnya lahirlah suatu organisasi mahasiswa pertanian se-Indonesia, bernama Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI).

Kelahiran Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) mempunyai misi dan tujuan yang jelas yaitu menjalin komunikasi sambung nalar lintas almamater dan kerjasama senat mahasiswa Pertanian se-Indonesia.

Pada bulan Juli 1992 di Bogor diadakan Kursus Amdal Tingkat Nasional, yang dihadiri oleh 8 institusi. Hasil dari pertemuan tersebut adalah tercapainya kesepakatan dan persamaan pandangan untuk mendirikan organisasi sejenis yang berskala nasional. Pada tanggal 6 – 8 November 1992 di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto diadakan Temu Ilmiah Mahasiswa Pertanian Tingkat Nasional, yang dihadiri oleh 21 institusi. Yang kemudian menghasilkan suatu deklarasi yang dikenal dengan “ DEKLARASI PURWOKERTO ” yang isinya antara lain :

1. Sepakat untuk mendirikan wadah Senat Mahasiswa Pertanian se-Indonesia yang diberi nama Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI).
2. Sepakat mengadakan MUNAS I di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pada tanggal 21 April 1993, di Kaliurang, Yogyakarta berhasil ditandatangani piagam pendirian Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) oleh 34 institusi.

Pada saat berdiri Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) tepilihlah Saudara Salman Dianda Anwar dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta sebagai Sekretaris Jenderal I untuk periode 1993 – 1995. Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) dibawah pimpinan Saudara Tedi Dirhamsyah sebagai Sekretaris Jenderal II untuk periode 1995 – 1997 telah menyelesaikan tugas dan wewenangnya.

Memasuki periode 1997 – 1999, berdasarkan hasil ketetapan Musyawarah Nasional III di Pekanbaru Nomor : 10/TAP/MUNAS III/ISMPI/1997 maka ditetapkan Saudara Yeka Indra Fatika dari Institut Pertanian Bogor sebagai Sekretasis Jenderal III 1997 – 1999.

Sangat menyenangkan dan merasa bangga sekali Keberadaan Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), dinyatakan sah berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 328/Dikti/Kep/1994.

Berjalan 2 tahun kepemimpinan Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) dibawah kepemimpinan Saudara Yeka Indra Fatika selaku Sekretaris Jenderal III 1997 – 1999, telah mengakhiri dan menyelesaikan tanggungjawabnya sebagai Sekretaris Jenderal III 1997 – 1999.

Setelah itu pada bulan Oktober tahun 1999 bertempat di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, diadakan MUNAS IV ISMPI, dari hasil persidangan dan perdebatan yang panas mengasilkan suatu ketetapan bahwa Saudara Santo Budi Susilo dari Institusi Universitas Lampung dinyatakan sah menjadi Sekretaris Jenderal IV ISMPI periode 1999 – 2001.

Dalam masa kepemimpinan Saudara Santo Budi Susilo, ISMPI mengalami kevakuman dan kemunduran dalam karirnya, oleh karena itu berdasarkan hasil Surat Keputusan Badan Perwakilan Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia Nomor : 001/TUS/SID/BPMN-ISMPI/V/2000. Dari akumulasi perkembangan yang terjadi dalam Rapat Koordinasi Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (RAKORNAS ISMPI) yang diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, menghasilkan beberapa butir keputusan penting berupa kesepakatan beserta rekomendasi internal dan rekomendasi eksternal bagi anggota ISMPI. Butir-butir penting dalam rekomendasi internal (Keputusan RAKORNAS ISMPI No.03/TUS/RAKONNAS-ISMPI/VII/2000 ) adalah:

Butir pertama : Mengadakan Musyawarah Nasional Istimewa Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia paling lambat minggu II bulan Oktober 2000 dan tempat pelaksanaan sebagai prioritas Universitas Udayana Bali, Universitas Padjadjaran Bandung, dan Institut Pertanian Bogor”

Butir kedua : Menonaktifkan tugas-tugas Sekretaris Jenderal Ikatan SenatMahasiswa Pertanian Indonesia periode 1999-2001 sampai terlaksananya Musyawarah Nasional Istimewa”.

Karena keterbatasan dan kurangnya koordinasi dan komunikasi institusi Universitas Udayana Denpasar Bali, sebagai pihak panitia penyelenggara MUNAS V ISMPI (MUNASIS ISMPI) pada bulan Oktober 2000, maka MUNASIS ISMPI diundur waktunya. Dan atas kerjasama, komunikasi dan informasi BPMN ISMPI serta seluruh anggota ISMPI yang peduli atas kemajuan dan berkibarnya kembali ISMPI, akhirnya MUNASIS ISMPI dapat terselenggara pada tanggal 14 - 18 Mei 2002 yang dihadiri oleh 14 institusi anggota tetap dari 64 anggota tetap dan 1 institusi anggota sementara ISMPI.

Dari hasil persidangan, berdebatan serta penyeleksian calon Sekretaris Jenderal V ISMPI, maka berdasarkan ketetapan MUNAS V ISMPI Nomor: 07/TAP/MUNASIS/ISMPI/2002, maka terpilihlah Saudara Kamhar Lakumani dari institusi Universitas Hassanuddin, Makassar sebagai Sekretaris Jenderal ISMPI V periode 2002 – 2004, bertanggungjawab untuk meneruskan perjuangan serta tongkat estafet kepemimpinan ISMPI, sesuai dengan misi dan tujuan yang jelas, sebagaimana dideklarasikan oleh para pendiri-pendiri ISMPI, dan untuk pembangunan Indonesia, khususnya pembangunan sektor pertanian di negara kesatuan Republik Indonesia.

MUNAS VI ISMPI dilaksanakan di UMI Makassar dan terpilihlah saudara Imron Khunaedi (IPB) menjadi Sekretaris Jenderal ISMPI periode 2004-2006.

MUNAS VII ISMPI dilaksanakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan terpilihlah Suratno (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) menjadi Sekretaris Jenderal ISMPI periode 2006-2008. Karena keterbatasan maka pihak penyelenggaraan MUNAS VIII diundur waktunya menjadi bulan Maret 2009.

MUNAS VIII ISMPI dilaksanakan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan terpilihlah RS. Soeroyo Jr. (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) menjadi Sekretaris Jenderal ISMPI periode 2009-2011.



MUNAS IX ISMPI dilaksanakan di Universitas Medan Area dan terpilihlah Ade Putra Daulay (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau) menjadi Sekretaris Jenderal ISMPI periode 2011-2013.

SEJARAH PENDIRIAN IKATAN SENAT MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA (ISMPI)

Pada bulan Juli 1992 di Bogor diadakan Kursus Amdal Tingkat Nasional, yang dihadiri oleh 8 institusi. Hasil dari pertemuan tersebut adalah tercapainya kesepakatan dan persamaan pandangan untuk mendirikan organisasi sejenis yang berskala nasional. Pada tanggal 6 – 8 November 1992 di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto diadakan Temu Ilmiah Mahasiswa Pertanian Tingkat Nasional, yang dihadiri oleh 21 institusi. Yang kemudian menghasilkan suatu deklarasi yang dikenal dengan “DEKLARASI PURWOKERTO” yang isinya antara lain :
1. Sepakat untuk mendirikan wadah Senat Mahasiswa Pertanian se-Indonesia yang diberi nama Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI).
2. Sepakat mengadakan MUNAS I di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pada tanggal 21 April 1993, di Kaliurang, Yogyakarta berhasil ditandatangani piagam pendirian ISMPI oleh 34 institusi.

Pada ISMPI berdiri itu dan Saudara Salman Dianda Anwar dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta sebagai Sekretaris Jenderal I untuk periode 1993 – 1995. ISMPI telah menyelesaikan periode II (1995 – 1997) dibawah pimpinan Saudara Tedi Dirhamsyah sebagai Sekretaris Jenderal. Saat ini ISMPI mulai memasuki periode 1997 – 1999. Berdasarkan hasil ketetapan Musyawarah Nasional III di Pekanbaru Nomor : 10/TAP/MUNAS III/ISMPI/1997 ditetapkan Saudara Yeka Indra Fatika dari Institut Pertanian Bogor sebagai Sekretasis Jenderal III.

Keberadaan ISMPI dinyatakan syah berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 328/Dikti/Kep/1994.

Sebelum lahirnya ISMPI, wadah pertanian dikalang mahasiswa sudah lama ada sekitar tahun 1970-an. Tetapnya pada tahun 1970 diadakan MUNAS I sekaligus pendirian Ikatan Mahasiswa Pertanian Indonesia (IMPI) yang diprakarsai oleh 22 institusi, dan diketuai oleh Syafri Manguprawira.

Pada tahun 1973 tepatnya bulan Januari 1973, diadakan MUNAS II IMPI di Universitas Udayana Denpasar, Bali dan MUNAS III dilaksanakan pada bulan November 1976 di Universitas Sriwijaya, Palembang. Pada akhir perkembangannya mengalami stagnasi dalam pengembangan IMPI sebagai akibat kebijaksanan NKK/BKK yang menganjurkan penghentian aktivitas kampus yang tidak sejalan dengan konsep dari pengembangan kemahasiswaan yang menuntut aspek ilmiah dan cinta almamater.

Sebagai akibat dari kevakuman IMPI, maka lahirlah Ikatan Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian Indonesia (ISMFPI) yang berawal dari Pertemuan Ilmiah dan Musyawarah Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian se-Indonesia pada tanggal 6 – 9 September 1982, di universitas Udayana Denpasar, Bali, organisasi ini tidak berumur panjang, yang akhirnya lahirlah Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI).

Kelahiran Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) mempunyai misi dan tujuan yang jelas yaitu menjalin komunikasi sambung nalar lintas almamater dan kerjasama senat mahasiswa Pertanian se-Indonesia.