Jumat, 01 Juli 2016

Fokus Group Discussion "Kebijakan Peternakan (Daging) Nasional : Kedaulatan Pangan Vs Impor"



Kelompok Diskusi Terarah ini dihadiri oleh Teguh Boediyana Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Yeka Hendra Fatika Tim Bincang-Bincang Agribisnis, Wahana Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia (WAMTI), Aliansi Petani Indonesia (API), Indonesia for Global Justice (IGJ), Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) dan Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI). 

Berikut ringkasan jalannya diskusi tersebut.

Menjelang Ramadhan ini, daging naik. Memang diskusi ini dibuat terbatas. Ini bisa menjadi masukan dalam menyikapi maupun aksi-aksi kita sebagai organisasi tani. Sebagai pembuka awal, kita beberapa tahun yang lalu, 2009 SPI bersama IGJ dan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI). Kita Judicial Review ke MK UU Peternakan. Permohonan dikabulkan, hasilnya kita termasuk negara yang berhasil mempertahankan peternakannya dilindungi dari penyakit mulut dan kuku. Petani peternak kita agar terlindungi. Dan merupakan jalan bagaimana untuk peternakan kita maju.

Pemerintah sudah merespon (program swasembaga sapi) namun kenapa tidak berhasil? Apa sesungguh masalahnya?

Berikut penjelasan dari teguh boediyono dari PPSKI mengenai permasalahan daging.
Masalah daging ini lagi sexy. Sampai masa media pun demikian heboh. Harga sapi tinggi, waktu Presiden perintahkan men-jungkirbalikan harga, sapi dipaksa dibawah Rp. 80 ribu/kg. Padahal di pasar sekitar Rp. 110 – 120 ribu, ini bukan tiba-tiba, diberbagai kesempatan ini bukan tanpa sebab. Tapi ini akibat kegagalan SBY melakukan pencanangan program swasembada.

Saya surati pak Anton waktu itu, ini hanya retorika politik. Road map atau blue print tidak jelas. Kemudian saya juga bilang ke pak Suswono, ini akan gagal lagi. Alhasil impor harusnya 50.000 ton pun menjadi hampir impor 250.000 ton. Kami tidak percaya data populasi. Dilaksanakan bulan Mei 2011. Populasi sapi 14,5 juta ha kerbau 1,2 juta ha.
Hukum pasar berlaku, maka-nya kuota menjadi sasaran empuk. Pemerintah masih belum mengakui. Apa yang terjadi? Sensus pertanian termasuk membeli sapi. Turun dalam waktu dua tahun karena pengurasan, harusnya populasi naik, malah turun. Tetapi pemerintah percaya diri. Tanggal 18 juli 2013 SBY marah, waktu itu sama kaya Jokowi. Gita buka impor akhirnya. Siapa yang peduli peternak rakyat? Jika harga dibanting. Ada juga Mentan, kalau ini dilakukan, Pemerintah secara resmi gagal.

Pada tahun 2013 dikeluarkan Permendag, tidak lagi mengacu, dalam perjalanan impor kita yang seharusnya ditekan malah melambung. Ganti rezim, diangkatlah Mentan Amran. Dia dulu kontraktor pertanian dan pengusaha. Kalau di Kementerian Pertanian kapal tidak berubah hanya nahkodanya saja, awaknya sama. Dia seolah-olah sudah sukses. Kemudian membatasi impor. Akibat kesalahan Pemerintah terjadi pengurasan. Pak Amran punya pegangan, sampai dia yakin. Terjadilah kegaduhan impor sapi sampai 25.000 ton. Harga melambung dianggap kartel sebagai kambing hitam. Dalam perjalanan, ketidak jelasan, saya katakan bagaimana daging tidak tinggi?.

Jokowi bilang dijungkir balikan, harga di Malaysia kata Mendag Lembong hanya Rp. 40.000 – Rp. 60.000. Waktu kapal NTT yakin harga dibawah Rp. 80.000, akhirnya gagal juga. Pemerintah menyadari, pemain baru diberikan izin impor. Sampai 26 mei sudah mencapai 112 ribu ton kata petugas bea cukai. Mendag ganti peraturan agar mempermudah impor. Pada waktu saya diskusi dengan Mendag, kalau harga dibawah Rp. 80.000 yang dijual itu daging campur dan beku. Pak Jokowi ga perlu statement. Dibawah Rp. 80.000 itu untuk daging industri.

Jokowi bersikukuh, banyak lagi jeroan, bahkan banyak pemain baru, siapa yang dibelakangnya ga tahu, itu yang memanfaatkan. Klarifikasi sama Mentan ini lebih parah dari jaman Gita Wiryawan. Saya sampaikan ke Mendag dan Mentan, dimensi ekonomi dan dimensi sosial untuk sapi lokal.

Ini gambaran-gabaran yang ada, saya belum tahu pastinya impor total. Saya katakan tidak menghendaki. Sejauh ada rantai bumi. Sebenarnya, komitment kami melindungi peternak rakyat. Dalam menterjemahkan Presiden, sangat pragmatis. Itu cerita segalanya. Yang lain bisa lihat di tv. Saya konsisten karena gagal swasembada. Lagi-lagi Jokowi bilang 10 tahun kita swasembada. Bisa jadi kira-kira sekarang 800.000 ton, kedepan 900.000 ton untuk kebutuhan prediksi saya.

Pasal 59 kita boleh impor ke 60 negara bebas PMK. UU 41/2014 masuk lagi, kita ajukan lagi ke MK, kaitannya daging India. Terakhir sidang 12 Mei. Bagi mereka karena tidak ada, maka kita akan menjadi net importir. Ini aneh kemungkinan di priuk ada semua. Sebagai indikator, salah satu izin bisa mengimpor dari Spanyol. Kapan Singapura punya sapi? Karena ada impor dari Singapura.

Informasi yang terakhir semakin kaya, bagaimana perhimpunan peternak kerbau dan sapi, yang jadi konsen kita, impor bukan hanya mengorbankan, bisa jadi penyakit mulut dan kuku. Ini respon yang gegabah, kalaupun impor tidak seperti ini. Karena ini FGD, silahkan kepada masing-masing.
"Implikasi harga Rp. 80.000 itu membuka keran impor. Kita tidak perlu impor, jika optimal mengembangkan peternakan lokal. Wamti menolak keras. Disamping banyak yang merugikan. Kontrak politik untuk menyukseskan swasembada. Terkait impor itu, ada impor daging hidup." jelas falah waamti

Saya dari API, ini pertanyaan, jika daging India bagaimana membedakannya? Soal perbedaan harga jenis daging apa yang dijual di Malaysia? Saya sempat diwawancara, saya menolak itu. Sedikit mengutip Jokowi, setiap lebaran pasti diskon. Di Indonesia pasti harga naik." ujar fery
"Saya hargai optimisme-nya Wamti, realitasnya sejak Orba kita impor. Yang jelas kalau sampai kita tidak mengimpor, kita gagal swasembada. Kalau kita berhasil, tidak akan seperti ini. Kelas atas makan stik daging kaya kita makan gethuk. Itu harus impor lagi daging-nya. Sapi kita 12,5 juta, dalam setahun dipotong Rp. 800.000 ekor. Harga sekarang akibat gagalnya Pemerintah SBY. Rp. 18 Triliun hilang begitu aja dari APBN karena program SBY. Artinya daging hanya 0,4 dari berat tubuh. Kalau kita harus motong dari populasi tidak boleh 15%. Impor kita lebih dari 50%.
Tidak ada evaluasi lembaga independen semua program-program, DPR harus Tanggung Jawab. Ini masalahnya saya rasional. Tahun sekian impor sekian. 

Menteri tidak punya malu, program gagal tidak minta maaf,saya masih mengevaluasi. Tahu instansi yang ga bener itu Deptan. Surat ga dijawab. Saya kordinasi terus, soal siapa yang mengimpor ada aturan main. Sapi NTT itu hanya kira-kira 160.000 ekor. Dari Jatim sekitar 30.000 ekor intervalnya di Jakarta saja sudah habis. Soal TW atau siapapun impor itu tidak jadi masalah. Yang diributkan kenapa bisa impor dari Singapura. Soal lebaran itu ini soal arogansi. "Jawab kang teguh

Dilanjut penyamapaian pendapat dari irfan selaku pengurus pispi. "Sebelumnya mohon maaf karena terlambat, baik mungkin saya tidak mendengar, yang pertama mungkin ini menjadi event tahunan. Memasuki lebaran bicara tentang kenaikan harga pangan. Daging ketika kemudian permintaan sangat tinggi, sementara dalam negeri tidak sampai, langkahnya impor. Kemudian kita berdebat. Dalam hal transparansi data. Lembaga-lembaga punya tugas, menjadi pertanyaan penting. Kesimpulan saya, data dimanipulasi untuk kepentingan. Kembali ke peternakan, sekarang orang bertanya, banyak perusahaan yang impor daging. Malah menjadi lahan. Apakah yang telah dilakukan Pemerintah itu tidak bisa memperoleh sepenuhnya."

"Saya kaget di rokan hulu Riau, punya sapi sampai 100 dan dilepas. Saya berpikir seandainya jadi, bisa selesai swasembada daging. Awalnya saya psimis, tapi saat ini menjadi optimis dengan melihat seperti itu. Dari paparan bapak tadi, saya menjadi psimis kembali. Bicara swasembada daging berbicara berbagai hal. Saya menangkap kesitu. Yang juga menjadi keingin tahuan saya, sebenarnya punya tidak data kebutuhan daging yang besar. Atau kebutuhan rakyat murni. Karena bagi saya ini harus jelas. Kalau kita punya data jelas, bagi saya pemerintah kebijakan yang tegas, untuk impor industri." ujar yuli dar igj

Penyampaian pendapat oleh Yeka indra fatika dari Tim BBA "Saya memberikan perspektif, pertama bang henry harus memikirkan definisi ulang peternak kita siapa. Sebab kekeliruan pemerintah itu dari sini. Ini harus dipilah-pilah. Motivasinya untuk tabungan, saya pribadi melihat ini bukan peternak tapi petani. Mereka tidak memiliki obsesi dari tabungan ternak-nya. Kalau seandainya data Pemerintah sepakat, jantungnya peternak ditopang oleh mereka maka gagal total. Oleh karena itu perlu segmentasi pasar. Kekeliruan kalau berdasar data BPS per tahun 2,56 kg perkapita pertahun daging Indonesia. 2,2 kg untuk industri. Sementara untuk konsumsi pasar hanya 0,36 kg saja. Kalau yang menyerap kita industri seharusnya intervensi Pemerintah jangan OP karena engga nyambung. Negara Republik Indonesia masa hanya mengurusi sebagian kecil saja. Terakhir bahwa yang harus diwaspadai, Pemerintah selalu bilang, bukan problem inflasi. Pemerintah jangan panik. Karena itu masalahnya. Menyikapi ini, dilihat segmentasi pasar. Masalah swasembada kompas juga sudah bahas, ada Rp. 18 Triliun."

Kalau kita membicarakan definisi peternak lihat saja UU. Kalau kita melihat di Riau, sapi-sapi di Indonesia ada di jawa Tengah, DIY dan Jatim. Orang Indonesia yang makan daging hanya 16%. 70% sapi lokal dibuat baso. Itu realita. Sekarang sudah mulai industri, sosis apalagi bertumbuhnya apartemen. Karena dia tidak bisa masak siap saji. Jadi itu tes, produk daging yang industri. Kenapa masih diributkan betul. Yang betul-betul rutin. Populasi memang di Jawa. NTT sebagian juga dikandangkan. Kita juga ingin bertahap industri, pendekatan teknologi senilai 20.000 keluar 25.000.
Akurasi data dan angka, pertanian minta untuk pemaparan, itu mark up semua. Karena tiap hektar mengandung APBN. Soal data BPS, BPS data dasar dari sensus per 0 tahun, yang lain data sektoral. Hari ini menggugah diri bahwa pengawasan ini penting, kita akan bisa menggiring tidak keluar dari koridor-koridor. Semua itu bersumber APBN. sambung pendapat oleh kan teguh

Dari pertemuan yang singkat ini bisa kita lanjutkan pada kegiatan selanjutnya. Pertama bahwasanya kegagalan kebijakan daging peternakan sekarang bermula dari Pemerintah sebelumnya. Tetapi masalahnya program tidak berhasil. Kemudian ketidak berhasilan karena data tidak jelas. Dan menjadi rumit pemerintahan baru, seolah-olah menutupi kegagalan. Dalam waktu singkat dapat mengatasi kegagalan. 2019 bisa swasembada daging sapi. Padahal kenyataannya tidak. Kita tidak tahu masalah politik atau ketidak tahuan. Dimana Presiden meminta harga daging sapi dibawah 80.000. Penyakit mulut dan kuku. Ketidak jelasan sesungguhnya membuat publik panik, yang diperlukan impor itu untuk rakyat atau industri?. Banyak yang mengkonsumsi itu rakyat impor. Sebagian besar rakyat tidak sanggup beli juga. Karenanya saat ini tidak bisa dikatakan stop impor daging sapi.(red)

Selasa, 26 Januari 2016

MUNAS dan MUKERNAS Ke XI, Universitas Pattimura Ambon


Mari sukseskan agenda Nasional Badan Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (BPP ISMPI)

MUSYAWARAH NASIONAL &
MUSYAWARAH KERJA NASIONAL Ke XI Tahun 2016
dengan tema
"Rekonsiliasi ISMPI Sebagai Komitmen Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berbasis Sumber Daya Kepulauan"
yang akan diselenggarakan oleh
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon pada:

Hari/tanggal   : Senin-Sabtu, 21-27 Februari  2016 
Tempat           : Universitas Pattimura Ambon

Proposal dan Undangan dapat diunduh DISINI

Selasa, 29 Desember 2015

DISKUSI NASIONAL MAHASISWA PERTANIAN DAN REUNI AKBAR ISMPI 2016

Mari sukseskan agenda Nasional Badan Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (BPP ISMPI), Diskusi Nasional Mahasiswa Pertanian dan Reuni Akbar ISMPI 2016  dengan tema Strategi Mahasiswa Pertanian dalam Menyikapi Nawa Cita Jokowi-JK Demi Mendukung Terwujudnya Kedaulatan Pangan, yang akan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada:


Hari/tanggal               : Rabu-Senin, 27 Januari-1 Februari  2016 
Tempat                       : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Agenda acara meliputi :
1. Welcoming Party ,  Rabu, 27 Januari 2016
2. Focus Group Discussion 1 "Refleksi Kinerja 1 Tahun Jokowi-JK Dalam Mewujudkan Kedualatan Pangan", Kamis, 28 Januari 2016 
3. Focus Group Discussion 2, Jumat, 29 Januari 2016
4. Seminar Nasional “Agriculture Reform” bekerjasama dengan PISPI, Sabtu, 30 Januari 2016
5. Press Converence, Sabtu, 30 Januari 2016
6. Reuni Akbar ISMPI, Sabtu, 30 Januari 2016
7. Field Trip, Minggu, 31 Januari 2016
8. Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) ISMPI, 1 Februari 2016


Proposal dapat di unduh di Proposal
Surat Undangan delegasi dapat di unduh di  Surat Undangan

Selasa, 11 Agustus 2015

POSKO PEMANTAUAN DAMPAK KEKERINGAN


Letak geografis Indonesia adalah diantara dua benua, dan dua samudra serta terletak di sekitar garis khatulistiwa. Letak geregrafis tersebut merupakan faktor klimatologis penyebab banjir dan kekeringan di Indonesia. Posisi geografis ini menyebabkan Indonesia berada pada belahan bumi dengan iklim monsoon tropis yang sangat sensitif terhadap anomali iklim El-Nino Southern Oscillation (ENSO).

ENSO menyebabkan terjadinya kekeringan apabila kondisi suhu permukaan laut di Pasifik Equator bagian tengah hingga timur menghangat (El Nino). Berdasarkan analisis iklim 30 tahun terakhir menunjukkan bahwa, ada kecenderungan terbentuknya pola iklim baru yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim. Dampak terjadinya perubahan iklim terhadap sektor pertanian adalah bergesernya awal musim kemarau yang menyebabkan berubahnya pola tanam karena adanya kekeringan.

Kita mengetahui, bahwa musim kemarau (kekeringan) di sebagian tempat mulai terjadi bulan Mei 2015. Musim kemarau saat ini terjadi lebih awal dari pada yang diperkirakan akibatnya dibeberapa tempat seperti di daerah Jawa Timur dan daerah lainnya petani gagal panen, karena kekuragan pasokan air, sebagian besar cadangan irigasi juga mengering, Selain itu juga banyak petani dan masyarakat di pedesaan kekurangan air untuk konsumsi. Sehingga mereka terpaksa mencari air di tempat yang lebih jauh.

Sebagian besar petani yang terkena dampak kekeringan adalah terutama petani yang menggantungkan pasokan air dari hujan (petani tadah hujan). Diperkirakan terdapat 3,5 juta lahan kering tadah hujan mengalami penurunan produksi seperti beras, jagung, kedele bahkan gagal penen. Mengingat kekeringan mulai Bulan mei di tahun ini adalah bertepatan pada masa tanam II, sehingga banyak sawah dan ladang mengalami Puso.

Gegagalan panen ini akan berpengaruh terhadap pemenuhan target ramalan produksi padi, jagung, kedele. Produksi padi diramalkan mencapai 75,55 juta ton gabah kering giling, dan diperkirakan surplus sebesar 4,70 juta ton. Namun, dengan datangnya musim kemarau lebih awal diperkirakan target tersebut akan sulit dicapai, karena banyaknya daerah yang mengalami Puso atau gagal panen.

Faktor penyebab kekeringan adalah: 1) adanya penyimpangan iklim; 2) adanya gangguan keseimbangan hidrologis; dan 3) kekeringan agronomis. Penyimpangan iklim, menyebabkan produksi uap air dan awan di sebagian Indonesia bervariasi dari kondisi sangat tinggi ke rendah atau sebaliknya. Ini semua menyebabkan penyimpangan iklim terhadap kondisi normalnya. Jumlah uap air dan awan yang rendah akan berpengaruh terhadap curah hujan, apabila curah hujan dan intensitas hujan rendah akan menyebabkan kekeringan.

Gangguan keseimbangan hidrologis, kekeringan juga dipengaruhi oleh adanya gangguan hidrologis seperti: 1) terjadinya degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama bagian hulu mengalami alih fungsi lahan dari bervegetasi menjadi non vegetasi yang menyebabkan terganggunya sistem peresapan air tanah;

2) kerusakan hidrologis daerah tangkapan air bagian hulu menyebabkan waduk dan saluran irigasi terisi sedimen, sehingga kapasitas tampung air menurun tajam; 3) rendahnya cadangan air waduk yang disimpan pada musim penghujan akibat pendangkalan menyebabkan cadangan air musim kemarau sangat rendah sehingga memicu terjadinya kekeringan.

Kekeringan agronomis, terjadi sebagai akibat spikulai atau kebiasaan petani yang bersepikulasi menanam padi pada musim kemarau dengan ketersediaan air yang tidak mencukupi untuk mengejar peluang harga gabah yang lebih tinggi.

Kekeringan umumnya terjadi di wilayah-wilayah sebagai berikut: 1) areal pertanian tadah hujan; 2) daerah irigasi golongan 3; 3) daerah gadu liar; dan 4) daerah endemik kekeringan. Dampak terjadinya kekeringan antara lain: 1) produksi tanaman turun/rendah/puso bahkan menyebabkan tanaman mati sehingga merugikan petani; 2) Karena produksi rendah secara riil mengalami kerugian material maupun finansial yang besar dan bila terjadi secara luas, akan mengancam ketahanan pangan nasional; 3) menyebabkan terganggunya hidrologis lingkungan yang berakibat terjadinya kekurangan air pada musim kemarau.

Pengelolaan wilayah kekeringan secara umum dibagi menjadi tiga kategori yaitu : 1) wilayah yang sawahnya mengalami kekeringan pada lokasi yang sama, daerah tersebut umumnya terjadi di bagian hilir daerah irigasi, daerah yang sumber irigasinya hanya mengandalkan debit sungai (tidak terdapat waduk) dan daerah sawah tadah hujan yang terdapat sumber air alternatif (air buangan, air tanah dangkal);

2) wilayah yang areal sawahnya mengalami kekeringan lebih besar atau sama dengan areal yang aman kekeringan, daerah tersebut bisa terjadi di bagian tengah/hilir daerah irigasi dan daerah yang sumber irigasinya hanya mengandalkan debit sungai (tidak terdapat waduk) serta tidak kesulitan mendapatkan sumber air alternatif untuk irigasi; dan 3) wilayah dimana areal sawahnya mengalami rawan kekeringan lebih kecil dari areal yang aman, daerah tersebut umumnya masih terdapat sumber air alternatif untuk irigasi walaupun jumlahnya masih kurang.

Kekeringan perlu dikelola dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut: 1) terus meningkatnya luas sawah yang terkena kekeringan sehingga berdampak pada penurunan produksi sampai gagal panen; 2) terjadinya kekeringan pada tahun yang sama saat terjadi anomali iklim maupun kondisi iklim normal;

3) periode ulang anomali iklim cenderung acak sehingga sulit untuk dilakukan adaptasi; 4) kekeringan berulang pada tahun yang sama di lokasi yang sama; 5) dampak anomali iklim bervariasi antara wilayah; 6) kekeringan hanya dapat diturunkan besarannya dan tidak dapat dihilangkan. Dengan pertimbangan tersebut sehingga diperlukan pengelolaan terencana dengan semua pemangku kepentingan.

Untuk mengatasi kekeringan perlu adanya langkah dan strategis dan dukungan kebijakan pemerintah, baik dalam mengatasi masalah jangka pedek dan masalah jangka panjang. Langkah kongkrit yang dapat dilakukan oleh semua pihak terutama pemerintah antara lain: 1) gerakan masyarakat melalui penyuluhan; 2) membangun/rehabilitasi/ pemeliharaan jaringan irigasi; 3) membangun/rehabilitasi/pemeliharaan konservasi lahan dan air; 4) memberikan bantuan sarana produksi (benih dan pupuk, pompa spesifik lokasi); 5) mengembangkan budidaya hemat air dan input (menggunakan metode SRI/PTT).

Selanjutnya untuk mengatasi penyebab klimatologis perlu melakukan; 1) penyebaran informasi prakiraan iklim lebih akurat; 2) membuat kalender tanam; 3) menerapkan dan memperhatikan peta rawan kekeringan yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian melalui data interpretasi.

TUJUAN
1.    Memantau kekeringan yang berdampak pada lahan pertanian;
2.    Mendata kerusakan yang diakibatkan oleh kekeringan;
3.    Penyambung suara petani atau korban kekeringan;
4.    Mengawasi kebijakan penanggulangan kekeringan yang dilakukan pemerintah.

PELAKSANA KEGIATAN
v  Serikat Petani Indonesia (SPI)
v  Aliansi Petani Indonesia (API)
v  Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI)
v  Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI)
v  Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman Indonesia (HMPTI)


Kerangka Acuan dan Kuisioner dapat di unduh disini

Surat Seruan dari BPP dapat di unduh disini 

Minggu, 28 Juni 2015

Kemah Bakti Tani BPW II ISMPI, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa


Seminar Nasional
dan
Kemah Bakti Tani
BPW II ISMPI
(DKI JAKARTA, JAWA BARAT dan KALIMANTAN BARAT)


Senin - Sabtu, 27 Juli - 1 Agustus 2015
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA


Mari Sukseskan Acara yang diselenggarakan BPW II ISMPI
yang bertempat di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.


Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
dan
Desa Cihanjuang, Kec. Cibaliung - Kab. Pandeglang
Prov. Banten


Download Proposal disini
Download Surat Delegasi disini

Sabtu, 23 Mei 2015

MAHASISWA PERTANIAN MINTA PEMERINTAH USUT BERAS IMPOR BERCAMPUR PLASTIK

Ikatan Senat Mahsiswa Pertanian Indonesia menilai pemerintah harus mengusut beras palsu berbahan dasar kentang, ubi dan sintetis pabrik atau plastik, Presiden harus mengambil sikap tegas terkait persoalan ini, beras itu tidak layak untuk dikonsumsi dan sudah beredar dimasyarakat luas, harus ada operasi pasar untuk mengumpulkan kembali beras-beras impor yang tercemar tersebut sebelum menyebar luas dan dikonsumsi oleh masyarakat banyak dan harus segera menyelidiki bagaimana beras dengan Food Safety  yang sangat rendah seperti ini bisa beredar dipasar kita serta dikonsumsi oleh masyarakat luas.


Sekjen ISMPI Ananda Bahri P.  menuturkan bahwa kebijakan impor yang di isukan oleh pemerintah dalam beberapa waktu kemarin harus segera diurungkan, STOP IMPOR BERAS!! Pemerintah harus bisa memberikan keamanan pangan bagi warga Indonesia sesuai dengan amanah konstitusi yang telah dibuat oleh Legislatif.

UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 1 ayat 5 menjelaskan bahwa  Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta  tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya  masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi, tambahnya.

Untuk mewujudkan amanah UU tersebut kita harus lebih fokus pada penyerapan Gabah petani dalam negeri yang keamanan pangannya sudah terjamin dan lebih mudah untuk diteliti jika ada masalah, bukan malah sibuk impor beras yang keamanan pangannya belum terjamin sama sekali dan dapat memberikan efek buruk bagi masyarakat luas.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah, Banda Aceh ini juga menambahkan Menteri Perdagangan juga seharusnya bertanggung jawab atas kejadian ini. Atas kejadian yang telah merugikan masyarakat luas ini, Menteri Perdagangan harus segera mengusut dan menjelaskan kepada masyarakat. Bagaimana mungkin beras yang dapat membahayakan kesehatan ini bisa masuk ke lingkup pasar dan bahkan sudah sampai dikonsumsi oleh masyarakat? Hingga seharusnya kejadian seperti ini dapat menjadikan pertimbangan Pemerintah untuk impor beras lagi kedepannya.

Kamis, 14 Mei 2015

PELATIHAN ADVOKASI DAN JURNALISTIK PERTANIAN


Mari sukseskan acara yang diselenggarakan ISMPI yang bertempat di UNIVERSITAS SUMATERA UTARA dan
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN

SEMINAR NASIONAL,
PELATIHAN ADVOKASI DAN JURNALISTIK PERTANIAN
IKATAN SENAT MAHASISWA PERTANIAN INDONESIA
Senin - Jumat , 25 - 29 Mei 2015
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA dan
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN


Download Proposal dan Surat Delegasi disini


Selasa, 24 Februari 2015

Audiensi ISMPI dengan Menteri Pertanian, Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Swasembada Pangan


Senin (23/02/2015), BPP Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) bertandang kembali ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia, di daerah Ragunan Jakarta Selatan. Pada kesempatan kali ini kunjungan untuk audiensi disambut baik oleh Pak Menteri, Amran Sulaiman dan bersedia berdiskusi dengan Sekjend ISMPI, Ananda Bahri Prayudha beserta Staff Ahli Komunikasi Publik dan Dirjen Advokasi ISMPI di ruang kerja Pak Menteri pagi itu.

Sinergitas antara organisasi mahasiswa pertanian se-Indonesia ini dengan pihak Kementerian Pertanian harus kembali terbangun, demi kemajuan pertanian dan kekuatan strategi yang akan dijalankan ke depannya, satu visi, yaitu untuk Pertanian Indonesia.
Fungsi Strategis ISMPI disampaikan dengan gamblang oleh Ananda Bahri kepada Pak Amran Sulaiman dalam diskusi itu, hal ini ditanggapi dengan baik dan Pak Menteri setuju untuk sinergi yang akan dijalankan bersama. Semangat muda dan tujuan baik ISMPI diapresiasi dan akan difasilitasi lebih lanjut dengan Kapus Pendidikan Kementerian Pertanian. Dikatakan pula bahwa Pak Menteri Pertanian siap untuk memenuhi undangan ISMPI, hadir dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Pertanian (LKMP) Nasional ISMPI yang akan diadakan di UIN SUSKA Riau, pada tanggal 17 Maret 2015.
Pada hari itu BPP ISMPI juga mendapat kesempatan berdiskusi dengan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dr. Momon Rusmono, disampaikan bahwa berdasarkan rekomendasi Pak Menteri, ISMPI akan dilibatkan dalam 8.000 penyuluh mahasiswa yang akan dikerahkan oleh Kementerian Pertanian.
Pak Momon menambahkan, mahasiswa saat ini bertugas untuk menjadi pengawas penyuluhan pertanian demi mewujudkan program Swasembada Pangan 2017. Untuk itu mahasiswa harus bersemangat untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan hal ini.
Sekjend ISMPI menegaskan bahwa sebelum pemerintah mencanangkan program ini, ISMPI dengan kesadaran dan semangat penuh telah bergerak untuk memajukan pertanian Indonesia, mensejahterakan petani dan berupaya mewujudkan kedaulatan pangan Nasional. Upaya ini diwujudkan melalui program-program ISMPI, seperti Kemah Bakti Tani, Seminar Nasional kajian-kajian pertanian dan memandatkan kepada kawan-kawan mahasiswa pertanian se-Indonesia untuk dapat memiliki desa binaan yang kemudian dikembangkan menjadi desa mitra.

Tindak lanjut pertemuan dengan Pak Menteri senin kemarin, adalah akan dilaksanakannya audiensi khusus dengan Kapus Pendidikan Kementerian Pertanian, membahas sinergitas ISMPI dan keterlibatan ISMPI dalam program 8.000 penyuluh mahasiswa untuk varietas Padi, Kedelai, dan Jagung. (Staff Komunikasi Publik dan Dirjen Infokom BPP ISMPI)

Jumat, 23 Januari 2015

Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Pertanian (LKMP) Tingkat Nasional, UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU


Mari sukseskan acara yang diselenggarakan ISMPI yang bertempat di UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU

SEMINAR NASIONAL,
LATIHAN KEPEMIMPINAN MAHASISWA PERTANIAN (LKMP) TINGKAT NASIONAL
(SABANG - MERAUKE)
dan
RAPAT KOORDINASI NASIONAL (RAKORNAS)*
Selasa - Minggu, 17 - 22 Maret 2015
Gedung Islamic Center UIN SUSKA RIAU


Download Proposal dan Surat Delegasi disini


*Dihimbau untuk BPP, DPMN, BPW, dan DPMW dapat turut hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional

Selasa, 20 Januari 2015

Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Pertanian (LKMP), UNIVERSITAS NASIONAL



LATIHAN KEPEMIMPINAN MAHASISWA PERTANIAN (LKMP)
BPW II ISMPI
(DKI JAKARTA, JAWA BARAT, dan KALIMANTAN BARAT)
16 - 18 Februari 2015
UNIVERSITAS NASIONAL

Mari Sukseskan Acara yang diselenggarakan ISMPI BPW II ISMPI yang bertempat di Universitas Nasional

Senin -  Rabu, 16 -18 Februari 2014
 Ruang Seminar, Selasar Blok 1 Lantai 3
Universitas Nasional


Download Proposal dan Surat Delegasi disini

Minggu, 07 Desember 2014

KEMAH BAKTI TANI NASIONAL 2014

KEMAH BAKTI TANI NASIONAL ISMPI 2014
“Pemerintahan yang Baik Hati, Masyarakat Tani akan Cerdas”
Desa Bualemo, Kec. Kwandang, Kab. Gorontalo Utara
Gorontalo 

Hari kedua dalam rangkaian Kemah Bakti Tani Nasional ISMPI 2014, delegasi telah sampai di Desa Bualemo pada malam selasa. Esok harinya, 25 November 2014, tepatnya di SDN 01 Pakuku, Desa Bualemo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara provinsi Gorontalo, KBTN ISMPI yang mengankat tema “Pemerintahan yang Baik Hati, Masyarakat Tani akan Cerdas” resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara.

Pembukaan Kemah Bakti Tani Nasional
Desa Bualemo Kec. Kwandang Kab. Gorontalo Utara
Acara juga di hadiri oleh Camat Kwandang, Ketua Senat Faperta Universitas Negeri Gorontalo, Kepala Desa dan Sekretaris Desa Bualemo, Warga Sekitar dan Delegasi ISMPI. Setelah acara dibuka oleh bapak kepala dinas pertanian, dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan Dinas Kehutanan UPT Kantor Pengolahan Hutan Gorontalo dan Kabid Penyuluh Pertanian Gorontalo Utara, Bapak H. Ramli, serta Kelompok Tani Desa Bualemo.
Disampaikan oleh Bapak H.Ramli mengenai dasar-dasar hukum dan struktur umum penyuluhan di gorontalo. Beliau pun mengatakan pesatnya illegal logging di Gorontalo Utara, sedangkan desa Bualemo sendiri adalah salah satu kawasan Hutan Produksi. Banyak ditemui hutan hutan yang gundul disetiap sudut Gorontalo Utara.
Keterangan dari Dinas Kehutanan UPT Kantor Pengolahan Hutan gorontalo, bahwa ada SK Kementrian Kehutanan untuk Gorontalo Utara tahun 2013 yang membahas fungsi hutan dan bagaimana pengelolaan hutan itu sendiri. Dinas Kehutanan pun menyampaikan sikapnya untuk mengolah dan memproses kembali izin Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas +/-3.000 ha yang diberikan HGU nya untuk PT. Cipta Gema Lestari. Perizinan ini ditolak keras oleh kelompok Tani Bualemo, dimana seluas +/- 500 ha perizinan HGU ini ada di wilayah desa Bualemo.

Kabid Penyuluh Pertanian Gorontalo Utara
dan Perwakilan Dinas Kehutanan UPT Kantor Pengolahan Hutan Gorontalo
Kabid Penyuluh Pertanian, Bapak H. Ramli mengatakan HTI sebenarnya baik dan bagus untuk dilaksanakan, karena dapat menggantikan hutan produksi yang sudah tidak lagi produktif dan dibiarkan atau memang tidak terurus oleh warga setempat.
Kondisi petani Bualemo saat ini sangat kekurangan modal, banyak petani yang akhirnya keluar desa dan menjadi buruh di kota. Keterampilan petani pun masih sangat tradisional. Bukan hanya itu, hama binatang buas seperti Babi hutan pun sangat meggangu lahan pertanian petani di Desa Bualemo ini.  Beberapa warga pun mengandalkan kemampuannya mengumpulkan batu, pasir dan air atau gula aren untuk menyambung hidup.

BPBD Gorontalo Utara
Pemerintah khususnya pemerintah daerah Gorontalo harus lebih peduli dengan kondisi petani di desa ini, bisa dengan menguatkan penyuluhan dan pemberian arahan untuk melatih petani dengan keterampilan yang lebih mumpuni, agar petani memiliki usaha alternative lainnya untuk membangun kesejahteraan petani.
Salah satu warga Desa Bualemo ketika memberikan pertanyaan pada sesi tanya jawab.
Pembukaan KBTN ISMPI 2014 dengan dialog selesai di siang hari, delegasi melanjutkan kegiatan analisis sosial ke rumah tangga petani di desa Bualemo. Delegasi membentuk empat kelompok Ansos (Analisis Sosial) yang turun langsung ke petani Kopra, cabe dan Jagung.




Berdasarkan hasil Analisis Sosial, dikenali permasalahan yang ditemui petani Desa Bualemo. Permasalahannya antara lain, banyaknya hama berupa Babi Hutan yang merusak lahan petani. Tidak adanya alsin yang memadai, masih menggunakan sapi dalam membajak sawah, sedangkan untuk sewa sapi, dibutuhkan biaya 1,4 juta untuk membajak sawah selama 2 hari. Belum terstrukturnya sistem yang berjalan dan tidak aktifnya kelompok tani Desa Bualemo juga menjadi kendala utama, kelompok tani menjalankan fungsinya tidak jauh berbeda dengan tengkulak, peminjaman alat pun masih dikenakan biaya. Hasil tani dijual ke kelompok tani dengan harga jual yang terbilang rendah. Pengolahan hasil tani untuk menambah nilai jual pun tidak berjalan di desa ini.Setelah Analisis Sosial, malam harinya delegasi ISMPI melaksanakan FGD untuk mencari solusi dan membuat rekomendasi berdasarkan semua permasalahan yang ditemui di desa ini.
Rabu, 26 November 2014, delegasi ISMPI dibagi menjadi 2 kelompok untuk turun ke lapang bersama warga Desa Bualemo. Kelompok pertama bersama dengan ibu – ibu desa, mengolah hasil tani jagung yang memang merupakan komoditas utama Gorontalo Utara untuk dijadikan Chips Jagung untuk menambah nilai jual komoditi ini. Sedangkan untuk kelompok yang kedua melaksanakan penyuluhan dan praktek langsung pembuatan pestisida dan pupuk organik dengan petani. 
Briefing sebelum melakukan kegiatan sosialisasi cara pembuatan pestisida alami dan chips jagung
Sosialisasi Cara Pembuatan Pestisida Alami
Proses Perebusan Jagung untuk nantinya di olah menjadi Chips Jagung
Esok harinya, kegiatan dilanjutkan dengan menanam jagung di hutan gundul dengan kondisi lahan yang begitu miring, ini dilakukan untuk pengoptimalan lahan. Setelahnya, pada siang harinya peserta KBTN menanam bibit mahoni untuk menggalakan program penghijauan di sekitar wilayah SDN 01 Pakuku, Gorontalo Utara. 
Penanaman Bibit Jagung oleh salah satu peserta KBTN
Penanaman bibit pohon mahoni oleh Koordinator Wilayah II yang turut serta dalam KBTN 


Masih dalam hari kamis, malam harinya dilaksanakan penutupan Kemah Bakti Tani Nasional ISMPI 2014 oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Bapak H. Roni Imran. Penutupan dihadiri pula oleh Ketua Komis B DPRD Gorontalo Utara Bapak Rahmat Lamaji, Dekan Faperta UNG, Kepala dan Sekretaris Desa Bualemo, Bapak Camat Kecamatan Kwandang dan para tokoh adat masyarakat. Penutupan dilanjutkan dengan penandatanganan draft rekomendasi yang telah dibuat oleh delegasi ISMPI dalam bentuk MOU, ditanda tangani oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara, Anggota DPRD Gorontalo dan Sekretaris Jendral ISMPI, Ananda Bahri Prayuda.

Draft rekomendasi ISMPI yang telah di tandatangani oleh SEKJEN ISMPI, Wakil Bupati Gorontalo Utara dan Ketua Komisi B DPRD Gorontalo Utara
Selesainya kegiatan pengabdian masyarakat dalam KBTN 2014 dikemas manis dengan perpisahan delegasi di hari jumát dalam fieldtrip ke Pulau Saronde. Menikmati keindahan alam Gorontalo Utara dengan merasakan indahnya perjuangan dengan kawan kawan pertanian dari sabang sampai merauke. ISMPI JAYA!
                                                                                 (Staff Ahli Komunikasi Publik, Dirjen Infokom BPP ISMPI)