Kamis, 27 Januari 2011

ISMPI Desak Pengusutan Penjualan Lahan Gambut di Pujud

20 ribu hektar lahan gambut di Pujud, Rohil ditenggarai dijual aparatur desa. ISMPI mendatangi Polda dan Kejati Riau, mendesak kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini-PEKANBARU- Sekitar 30 aktivis Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) Wilayah Sumatera berdemo di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Polda Riau, Rabu (25/8/10). Aksi tersebut digelar untuk memprotes eksplotiasi besar-besara di lahan gambut di Desa Pujud, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir.

Secara bergantian para aktivis ISMPI menyampaikan orasi. Mereka mendesak adanya penertiban perusakan hutan gambut di Pujud. Berdasarkan Perda Riau No.10 tahun 1994 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan tersebut merupakan hutang lindung gambut.

"Faktanya, sejak tahun 2000 kawasan tersebut dijual oleh kepala desa dan kroni-kroninya. Saat ini sudah sekitar 20 ribu hektar lahan gambut yang dijual," ujar salah seorang orator.

Dalam pernyataan sikap tertulisnya, ISMPI menyampaikan lima poin tuntutan. Pertama, mendesak aparatur pemerintah mengusut tuntas setiap tindak perusakan hutan di Riau. Kedua, mendesak penindakan tegas terhadap penjarah ataupun mafia hutan di Riau. Ketiga, meminta Bupati ROhil untuk menikdan kepala desa Pujud dan aparaturnya yang telah menjual lahan gambut seluas 20.000 hektar. Terakhir, meminta agar ada upaya kongkrit pengembalian fungsi hutan sebagamana mestinya.

Setelah pernyataan sikap dan tuntutan diterima pihak Kejati dan Polda Riau, maka ISMPI mengakhiri aksi dan kembali ke kampus dengan tertib.***(mad)

dikutip dari : http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=31384

AntaraNews.com : Aksi Hari Tani Ke 50 Thn di Istana Negara




Ribuan orang petani dari seluruh Indonesia mendatangi Istana Negara, Jumat (24/9). Mereka menuntut pemerintah melakukan pembagian 9,6 juta hektar lahan pertanian.

Ribuan petani yang tergabung dalam berbagai aliansi bersama dengan mahasiswa, tumpah ruah didepan Istana negara, Jakarta, Jumat (24/9). Mereka melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke 50. 
Para demonstran membawa berbagai spanduk, poster dan berorasi untuk meminta pemerintah  memperhatikan nasib para petani. Di antaranya datang dari Serikat Petani Indonesia (SPI), Aliansi Petani Indonesia (API), Wahana Masyarakat Tani Indonesia, Konsorsium Pembaharuan Agraria dan puluhan elemen masyarakat tani lainnya.


Hingga pukul 11.00 WIB, demonstrasi berlangsung secara tertib dan damai. Meski demikian, terlihat ratusan aparat kepolisian dibantu TNI bersenjata lengkap berjaga-jaga di sekitar Istana Negara. Termasuk menyiapkan mobil water canon untuk mengantisipasi bila demonstrasi berlangsung  ricuh. Dalam pernyataan sikapnya, para  demonstran menyebutkan bahwa meski sudah 50 tahun Hari Tani diperingati secara nasional, namun nasib petani di Indonesia masih menjadi kaum yang tetap terpinggirkan. Hal itu disebabkan karena banyak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kaum petani. Berdasarkan data BPS (Sensus Pertanian 2003), menyatakan jumlah rumah tangga petani naik menjadi 25,4 juta atau terjadi kenaikan sebesar 5,4 juta rumah tangga dalam satu dekade terakhir. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat. Namun jumlah rumah tangga petani kecil dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektare, baik milik sendiri maupun dengan cara menyewa, malah meningkat dari 10,8 juta keluarga tahun 1993 menjadi 13,7 juta keluarga tahun 2003. Data BPS juga menunjukkan bahwa luas pertanian padi di Indonesia pada tahun 2010 hanya tinggal 12.870 juta hektar atau menyusut 0,1 persen dari tahun sebelumnya. Luas lahan pertanian secara keseluruhan diperkirakan saat ini berjumlah 19.814 juta hektar atau menyusut 13 persen dibanding tahun 2009. 


Para demonstran pun meminta pemerintah untuk tidak melakukan impor beras, karena dinilai sangat merugikan para petani. Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor pangan terbesar di dunia saat ini.
Sebetulnya, permintaan kaum tani itu wajar dan rasional karena kebijakan pertanian pemerintahan SBY tidak memberikan lahan dan peluang kerja bagi mereka. Lantas, mereka harus hidup dari mana?



Sejumlah ekonom menilai di Indonesia sudah terjadi kemiskinan struktural yang meniadakan ruang bagi masyarakat miskin, terutama kaum tani dan nelayan serta buruh, untuk meningkatkan taraf hidup.
Kaum tani meminta redistribusi dengan segera 9,6 juta hektar tanah. Karena sejak 1960 atau sejak UU Pokok Agraria hingga saat ini tidak pernah terealisasikan. Demonstrasi di depan Istana Merdeka itu diawali dengan membentangkan spanduk besar berukuran 4 kali 8 meter.

Dalam demo itu mereka membawa spanduk berisi berbagai tuntutan antara lain 'Lindungi petani', 'Hentikan kriminalisasi petani' dan 'Tolak RUU yang berpotensi merugikan petani'. Para demonstran mengenakan kaos putih bertuliskan ‘50 Tahun UU PA (Pokok Agraria) Laksanakan Pembaharuan Agraria’.

Saat ini 7,3 juta hektar lahan terlantar. Sementara petani Indonesia harus bersaing dengan investor asing. Harus diakui, selama ini pembangunan di Indonesia bias ke sektor urban dan cenderung tidak dikembangkan ke sektor pertanian.
“Pemerintah harus mengedepankan pembangunan sektor pertanian untuk mendorong industri, bukan sebaliknya,” ungkap Revrisond Baswir, ekonom UGM.
Bahkan, kebijakan sektor pertanian selama ini dengan pemberian subsidi pupuk dan bibit lebih ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan. Akibatnya kesejahteraan petani tidak terangkat.

“Mestinya pemerintah membangun tata niaga hasil pertanian, sehingga petani tidak merugi.Untuk apa produksi besar, jika petani tidak menikmati hasilnya, karena tata niaganya tidak menguntungkan untuk petani,” tukas Revrisond.
Revrisond menilai konsep trickle down effect (pola menetes ke bawah) gagal. Pasalnya, konsep itu memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, baru kemudian pemerataan. Di beberapa negara, seperti China dan India, pertumbuhan ekonominya tercatat melampaui 7%, namun ketimpangan pendapatan semakin lebar.

Untuk itu, gagasan ekonomi kerakyatan seharusnya dilaksanakan agar kehidupan kaum tani, nelayan dan rakyat bawah tertolong, bukan seperti saat ini. Karena 80% rakyat hidup di pedesan dan sektor agraris, sehingga harus fokus pada pertanian kemudian sektor perikanan dan industri kecil.

Maukah pemerintah? “Pemerintah mudah mengucapkan pro-rakyat, pro-job, pro-poor, tapi tidak mudah atau bahkan emoh melaksanakan. Buktinya, dana irigasi dan subsidi pupuk dikurangi dan kaum tani terjerembab,” tambah Rizal Ramli, mantan Kabulog dan Menko Perekonomian.

Pemerintah Wajib Tingkatkan Anggaran Pertanian 2010

ANTARA NEWS JATIM
Surabaya - Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia/ISMPI dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia/HKTI Jawa Timur, meminta Pemerintah Pusat meningkatkan nilai anggaran sektor pertanian 2010 karena selama ini nasib petani kurang mendapatkan perhatian pemerintah.

"Semisal, dari aspek proteksi, kredit, maupun kebijakan lain. Namun, kami belum mengkaji berapa angka kenaikan ideal bagi peningkatan anggaran di sektor pertanian," kata Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia/ISMPI, R. S. Soeroyo. Jr, dihubungi di Banten, pascamelakukan aksi peringatan Hari Tani Nasional di depan Istana Negara, Jumat.

Menurut dia, pertanian merupakan sektor yang berperan sangat penting bagi pembangunan perekonomian nasional. Apalagi, sektor ini dapat bertahan terhadap terpaan krisis tahun 1997 dan krisis ekonomi global tahun 2008.

Saat itu, mayoritas negara berkembang mengalami krisis pangan tetapi Indonesia bisa mewujudkan swasembada beras walaupun banyak diliputi oleh kepentingan politik negara pada waktu itu.

"Kondisi tersebut menjadi bukti empiris jika sektor pertanian telah menyelamatkan perekonomian bangsa terutama terhadap ketersediaan pangan yang menyangkut hajat hidup orang banyak," ujarnya.

Upaya kenaikan anggaran pertanian mendatang, jelas dia, karena sektor tersebut mendapatkan anggaran terkecil dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/APBN 2010 yang diumumkan pemerintah (16/8) di Rapat Paripurna MPR/DPR/DPD RI.

Situasi tersebut mengakibatkan masalah klasik di dunia pertanian Indonesia seperti minimnya infrastruktur pertanian dan penerapan teknologi tepat guna, kurangnya penyediaan benih bermutu, dan kasus kelangkaan pupuk ketika musim tanam petani kerap terjadi.

"Di samping itu, minimnya anggaran bagi pertanian ikut mempengaruhi belum berjalannya penerapan reforma agraria dengan baik sehingga sering terjadi kasus sengketa lahan sampai bergantungnya Indonesia dengan perdagangan bebas," katanya.

(dikutip dari http://www.antarajatim.com/lihat/berita/43844/pemerintah-wajib-tingkatkan-anggaran-pertanian-2010)

Puluhan Mahasiswa ISMPI & BEM Faperta Unswagati Blokir Jalur Pantura

CIREBON, (Pikiran Rakyat).-
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Swadaya Gunung Djati (Unswagati) Cirebon memblokir jalur pantura, Jumat (24/9).

Aksi blokir jalur pantura tersebut dilakukan saat menggelar unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Agraria Sedunia. Meski hanya sekitar 30 menit, aksi blokir jalur pantura sempat membuat arus lalu lintas, tepatnya di perempatan Jalan Pemuda-By Pass, macet selama beberapa saat.
Seusai memblokir jalur pantura, aksi massa dilanjutkan ke Gedung Studio RRI yang berlokasi hanya beberapa ratus meter dari perempatan Jalan Pemuda. Massa sempat meminta agar pihak RRI menyiarkan secara langsung pernyataan sikap mereka. Namun setelah dijelaskan oleh salah seorang karyawan RRI soal prosedur penyiaran, massa akhirnya setuju hanya merekam pernyataan sikap dan akan disiarkan dalam berita RRI.

Sebelumnya, massa juga mendemo Gedung Bulog Subdivre Cirebon yang juga berlokasi tidak jauh dari perempatan Jalan Pemuda dan Kampus Unswagati. Aksi unjuk rasa digelar sebagaiekspresi ketidakpuasan mahasiswa atas kebijakan pemerintah di bidang pertanian yang tidak berpihak kepada para petani.
Menurut koordinator aksi, Luki Supriatna, dalam APBN 2010 bidang pertanian merupakan penerima alokasi anggaran yang paling kecil.

"Selama ini pemerintah kurang serius memperhatikan sektor pertanian sehingga banyak sekali persoalan yang terjadi seperti infrastruktur pertanian dan penerapan teknologi tepat guna yang masih minim. Penyediaan benih bermutu juga masih kurang," kata Luki.

Sementara itu, puluhan warga petani hutan yang tergabungdalam Serikat Hijau Indonesia (SHI) Desa Loyang, Kec. Terisi, Kab. Indramayu, mendatangi Kantor Perum Perhutani setempat, Jumat (24/9).
Mereka menuntut kepada pihak Perum Perhutani setempat untuk bersikap adil kepada petani penggarap hutan. Selain itu, meminta sepenuhnya lahan hutan untuk dikelola.

"Bukan itu saja tuntutannya. Kami juga meminta klarifikasi terhadap jajaran Perhutani Indramayu karena dugaan ada oknum mandor Perhutani yang selalu meminta jatah setiap panen sebesar Rp 200.000 kepada petani," kata koordinator umum Suhermanto. (A-92/A-96)"*

(dikutip dari : http://bataviase.co.id/node/394760)

Metrotvnews.com : Aksi Hari Tani KBM Fakultas Pertanian UNTIRTA & ISMPI di Kantor Gubernur Banten




Headline News / Nusantara / Jumat, 24 September 2010 14:12 WIB
Metrotvnews.com | (ANTARA Banten)


Serang  - Fakultas Pertanian  Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) menggelar aksi nasional dalam memperingati Hari Tani.

"Aksi ini di gelar serentak di seluruh Indonesia untuk memperingati Hari Tani," kata Indra Anggi Lesmana selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (Faperta) Untirta di temui di Serang, Jumat.

Puluhan mahasiswa Faperta dikerahkan dalam aksi yang berlangsung di Kampus Untirta dan Kantor Gubernur Banten tersebut.

"Ada sekitar 70 mahasiswa yang ikut dalam aksi ini, ditambah dengan anggota ISMPI," kata Indra menjelaskan.

Dalam aksi tersebut mereka menuntut diantaranya adalah pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi, peningkatan pengawasan pengelolaan dan perbaikan infrastruktur pertanian serta pemberian akses permodalan bagi petani serta perbaikan sistem tata niaga pertanian.

"Pertanian di Banten merupakan sektor yang paling menjanjikan dibanding sektor-sektor lainnya, karena terdapat banyak faktor yang menunjang sektor ini seperti struktur kesuburan tanah di wilayah Banten yang sangat baik," kata Indra.

Indra juga mengatakan bahwa walaupun pada kenyataannya seperti itu, pada tahun 2009 Banten hanya mampu menyumbangkan berasnya ke BULOG nasional sebesar 3,25 persen.

"Sangat miris apabila kita sebagai mahasiswa mengetahui hal tersebut," ungkap Indra.

Selain itu Indra juga mengatakan bahwa permasalahan pertanian di Banten merupakan permasalahan yang sangat klasik dan sulit dipecahkan karena kurang adanya kepedulian dan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Banten.

"Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Pemprov Banten di sektor pertanian saat ini kurang memihak terhadap kesejahteraan hidup petani," kata Indra menjelaskan.

Ia berharap pertanian di masa yang akan datang dapat dikembangkan dengan menaikkan kesejahteraan dan harkat martabat hidup petani.

Sabtu, 22 Januari 2011

Kamis, 13 Januari 2011

Indonesia-Srilanka Sepakat Kerjasama Pengembangan Teh dan Kelapa Sawit

Jakarta - Telah berlangsung penandatangan Letter of Intent (LoI) kerjasama bidang pertanian  antara Kementerian Pertanian RI dengan Kementerian Plantation Industry Srilanka.  LoI ditandatangani oleh Menteri Pertanian RI, Suswono  dan Menteri Plantation Industry Srilanka,  Mahinda Samarasinghe pada tanggal 3 Desember 2011 bertempat di Hotel Grand Melia, Jakarta. 


Acara ini dihadiri oleh pejabat Kementan RI seperti Sekretaris Jenderal, Ditjen Perkebunan, Kepala Badan SDM, SAM Bidang Kerjasama Internasional, Kepala Badan Karantina Pertanian, Kepala Pusat KLN dan Duta Besar Srilanka di Jakarta beserta Delegasinya.

Penadatangan LoI ini dilakukan dalam rangka kerjasama bidang pertanian di sektor pengembangan teh dan kelapa sawit di kedua negara. Selanjutnya, guna memperkuat kerjasama bidang pertanian, akan ditindak lanjuti penandatangan MOU kedua negara yang direncanakan akan dilaksanakan di Srilanka pada bulan Maret 2011.

Selasa, 11 Januari 2011

Database Tumbuhan Dunia Ada Disini !

Database yang bisa diakses di http://www.theplantlist.org/ tersebut memuat 1,25 juta nama tumbuhan. Data-data tanaman pertanian seperti gandum dan padi hingga tanaman hias seperti bunga mawar dan paku-pakuan liar ada di sini.

Ahli botani asal Amerika Serikat dan Inggris, Rabu (29/12/10) kemarin, meresmikan pembuatan database tumbuhan terlengkap di dunia. Databse tersebut dibuat untuk membantu program para ahli konservasi, pembuat obat dan peneliti pertanian.

Database yang bisa diakses di http://www.theplantlist.org/ tersebut memuat 1,25 juta nama tumbuhan. Data-data tanaman pertanian seperti gandum dan padi hingga tanaman hias seperti bunga mawar dan paku-pakuan liar ada di sini.

Secara spesifik, data tersebut dibuat untuk membuat penamaan tanaman lebih akurat. Menurut para ilmuwan, tanpa keakuratan nama tumbuhan, pembicaraan tentang kehidupan tumbuhan bisa membingungkan dan menghabiskan waktu.

Proyek pembuatan database ini melibatkan Kew Garden oyal Boyanic Garden di London dan Missouri Botanical Garden di St. Louis. Peter wyse Jackson, Presiden Missouri Botanical Garden mengatakan, "Langkah ini adalah sebuah kemajuan".

"Data ini untuk pertama kalinya memberikan daftar tanaman yang ada di planet ini dan bisa digunakan untuk banyak kebutuhan. Bisa untuk merencanakan konservasi, mencari manfaat ekonomi dari tanaman dan lainnya," tandas Jackson.

Dari 1,25 juta nama dalam database itu, 1,04 juta di antaranya adalah nama spesies. Sementara sisanya merupakan nama "infraspesific" atau nama-nama untuk tingkat varietas atau subspesies.

Pada database ini, nama tumbuhan terpanjang adalah Ornithogalum adseptentrionesvergentulum, yang merupakan nama spesies mencakup tanaman Bintang Natal. Sementara, nama terpendek adalah Poa fax, yaitu nama bunga berwarna ungu dari Australia.

Tercatat, hanya 300.000 nama spesies yang diterima sebagai istilah standar. Sementara 480.000 lainnya merupakan sinonim dari nama lainnya. Sisanya, kurang lebih 260.000 nama masih belum tersepakati.

Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), 1 dari 5 spesies tumbuhan saat ini terancam punah. Upaya konservasi sangat membutuhkan database yang lengkap. Database tumbuhan ini ditargetkan akan selesai pada 2020.

Selain website tersebut, coba kunjungi juga http://www.bbc.co.uk/gardening. Berbagai informasi menarik dan jenis tanaman ada disini.

Rabu, 05 Januari 2011

BURUH TANI, MAHASISWA, RAKYAT MISKIN KOTA



Lagu Buruh Tani, Mahasiswa, Rakyat Miskin Kota  - DOWNLOAD LAGU -


Buruh Tani, Mahasiswa,Rakyat Miskin Kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia


Hari-hari esok adalah milik kita
Terciptanya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa ORBA


Marilah kawan mari kita kabarkan
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan


Di bawah kuasa tirani
Kususuri garis jalan ini
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti


Buruh Tani, Mahasiswa,Rakyat Miskin Kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia


Hari-hari esok adalah milik kita
Terciptanya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa ORBA


Marilah kawan mari kita kabarkan
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan


Di bawah kuasa tirani
Kususuri garis jalan ini
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti


Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti
Bagiku satu langkah pasti